Kondisi fisik yang prima di usia senja dipengaruhi oleh kombinasi antara aktivitas fisik, asupan nutrisi seimbang, serta manajemen stres yang baik. Pakar kedokteran umur panjang, dr. David Barzilai, menjelaskan bahwa pergerakan rutin merupakan kunci kesehatan sistemik.
Menurut Barzilai, pergerakan tubuh meningkatkan fungsi sistem biologis, mulai dari sensitivitas insulin hingga kepadatan tulang yang krusial bagi lansia. Bugar secara kardiorespirasi pun menjadi salah satu indikator terkuat dalam memprediksi umur panjang seseorang.
Pakar tersebut menyarankan kombinasi latihan beban dua kali sepekan dengan durasi aktivitas aerobik sedang sekitar 150 menit setiap minggunya. Rutinitas sederhana pun diyakini memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.
Barzilai menekankan bahwa gerakan sederhana dalam keseharian memiliki dampak nyata bagi metabolisme. Ia menyarankan masyarakat untuk menghindari posisi duduk terlalu lama dengan menyisipkan aktivitas fisik ringan setiap beberapa menit.
Jeda singkat untuk bergerak selama dua hingga tiga menit terbukti dapat memperbaiki respons glukosa dalam darah. Selain itu, kebiasaan ini secara efektif membantu menjaga kestabilan tekanan darah bagi mereka yang beraktivitas sepanjang hari.