Jika Kamu Benar Mencintaiku Seperti Katamu, Seharusnya Kamu Tidak Membuatku Terus Menangis

Kamu mungkin lagi duduk di depan layar hp, nunggu chat yang nggak kunjung datang, atau malah lagi ngusap air mata setelah perdebatan yang entah ke berapa kalinya.
Rasanya menyesakkan, bukan. Kamu merasa seperti sedang berjuang sendirian di dalam hubungan yang seharusnya jadi tempat untuk pulang.
Perasaan ini valid. Kamu nggak sendirian kalau merasa lelah dengan janji manis yang tidak pernah diikuti oleh tindakan nyata dari seseorang yang katanya mencintaimu.
Cinta Seharusnya Tidak Terasa Sesakit Ini
Dia mungkin jago merangkai kata manis di telinga kamu. Namun, saat perilakunya justru bikin kamu menangis tiap malam, ada yang salah dengan definisinya soal cinta.
Kita sering terjebak dalam ekspektasi bahwa cinta itu cuma butuh diucapkan berkali-kali. Padahal, kalau dia benar-benar peduli, dia tidak akan membiarkan kamu merasa tidak berharga lewat sikapnya yang seenaknya sendiri.
Bukan berarti kamu terlalu baper atau menuntut terlalu banyak. Kamu cuma manusia yang ingin merasa aman dan dihargai, sesuatu yang semestinya jadi standar paling dasar dalam sebuah hubungan.
Jangan Tertukar Antara Kata dan Bukti
Kata cinta itu murah kalau cuma keluar dari mulut. Siapa saja bisa bilang itu tanpa harus merasa bersalah sedikit pun saat mereka melukai perasaanmu.
Cinta yang sesungguhnya itu berat di tindakan. Itu soal bagaimana dia menahan egonya demi tidak membuatmu sedih, atau bagaimana dia berusaha memperbaiki diri supaya kamu tidak perlu menangis lagi.
Kalau dia cuma pandai berjanji tapi tidak pernah menjaga hatimu, mungkin yang perlu kamu ubah bukan cara kamu mencintainya, tapi cara kamu menaruh harapan kepadanya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor
















