Jika Ingin Bersamaku Berhentilah Merespon Orang yang Ingin Dekat Denganmu

Rasanya sesak sekali saat harus pura-pura tidak lihat notifikasi yang masuk di ponselmu.
Kamu bilang dia cuma teman, tapi kenapa caramu membalas pesannya terasa lebih hangat daripada caramu menatapku saat kita sedang makan malam berdua. Aku tidak mau jadi orang yang sibuk memata-matai, tapi aneh rasanya kalau aku harus membagi ruang yang seharusnya cuma milik kita berdua.
Kamu Nggak Salah Kok
Bukan berarti kamu nggak boleh punya teman atau bersosialisasi sama dunia luar. Kamu bebas kok mau pergi sama siapa saja, asal kamu tahu batasan mana yang sudah berubah sejak kita memutuskan untuk berjalan beriringan.
Masalahnya bukan pada pertemanan itu sendiri, melainkan pada cara kamu membiarkan pintu itu terbuka lebar untuk orang-orang yang jelas-jelas punya niat lain. Kamu mungkin merasa itu cuma keramahan biasa, tapi orang di luar sana melihatnya sebagai lampu hijau yang sangat terang.
Batas Itu Perlu Dijaga
Aku benci harus terlihat seperti orang yang mengekang atau pencemburu buta setiap hari. Padahal yang aku inginkan cuma rasa aman, supaya aku bisa tenang tanpa harus bertanya-tanya apakah perhatianmu sedang terbagi atau tidak.
Menjaga perasaan pasangan bukan berarti memutus semua tali silaturahmi dengan orang lain. Itu cuma tentang keberanianmu untuk sedikit menarik diri dan menegaskan bahwa posisimu sudah ada yang mengisi, sehingga orang lain pun tahu kapan harus berhenti mendekat.
Ini Bukan Soal Dia
Kamu mungkin merasa dia baik dan nggak tega kalau harus bersikap dingin atau mengabaikannya. Tapi tahukah kamu, dengan merespon setiap sapaan mereka, kamu justru sedang memberi harapan palsu yang nantinya akan menyakiti lebih banyak orang.
Ini soal ketegasanmu untuk memilih satu hati dan menutup rapat pintu bagi yang lainnya. Kalau kamu memang serius menjalaninya bersamaku, tolong tunjukkan itu lewat caramu menempatkan orang lain di luar sana.
Yang Kamu Tunggu Itu Nyata
Aku nggak minta kamu buat menutup diri dari dunia, aku cuma minta kamu menjaga rumah yang kita bangun bersama agar tetap terasa milik kita saja. Kalau kamu bisa melakukannya, aku janji aku akan jadi orang pertama yang menutup hatiku hanya untukmu.
Kita layak mendapatkan ketenangan yang tidak dibayangi oleh ketidakpastian. Jangan lelah untuk terus belajar saling menjaga, karena hubungan yang sehat memang butuh keberanian untuk bilang tidak pada hal-hal yang bisa merusak kepercayaan kita.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor















