Jika Kamu Capek Menunggu Orang yang Cuma Singgah, Ingatlah Bahwa Bertahan Lama Tidak Selalu Berarti Dia Akan Tetap Ada

Kamu pernah nggak sih, ngerasa capek banget karena sudah kasih waktu bertahun-tahun, tapi akhirnya dia tetap pergi juga?
Rasanya kayak kamu lagi lari maraton sendirian, sementara dia cuma lagi jalan santai dan tiba-tiba muter balik tanpa bilang apa-apa. Kamu merasa bodoh karena sudah investasi waktu sebanyak itu ke orang yang ternyata cuma niat mampir.
Nggak apa-apa kok kalau sekarang kamu merasa kesal sama diri sendiri. Perasaan itu valid, karena wajar banget kalau kita ingin usaha yang panjang dibayar dengan kepastian yang menetap.
Bukan Soal Siapa yang Duluan
Kita sering terjebak sama pikiran kalau siapa yang paling lama kenal, dia yang paling berhak dapat tempat di masa depan. Padahal, waktu itu cuma angka.
Ada orang yang baru datang sebentar, tapi dia bawa niat yang jauh lebih tulus daripada orang yang sudah bertahun-tahun ada di sampingmu tapi cuma sekadar ada. Dia yang baru ini mungkin tidak tahu sejarahmu dari awal, tapi dia tahu caranya supaya kamu tidak perlu takut kehilangan lagi.
Jangan Ukur Cinta Pakai Durasi
Kadang yang bikin sakit hati itu bukan perpisahan itu sendiri, tapi rasa menyesal karena sudah buang waktu untuk orang yang salah. Kita terlalu fokus menghitung bulan dan tahun, sampai lupa mengecek apakah dia masih punya alasan untuk tetap bertahan.
Ternyata, yang paling berharga bukan dia yang pertama kali mengetuk pintu hatimu. Tapi dia yang berani masuk dan memutuskan untuk tidak lagi mencari pintu keluar lain saat badai datang.
Dia yang Menetap Itu Nyata
Mulai sekarang, coba pelan-pelan lepasin ekspektasi kalau durasi itu sama dengan kesetiaan. Kalau memang dia harus pergi, biarkan dia pergi.
Kamu bakal sadar kalau tempat yang dia tinggalkan itu justru jadi ruang kosong untuk seseorang yang benar-benar tahu caranya menghargai prosesmu. Kamu layak buat seseorang yang tidak cuma datang buat seru-seruan, tapi yang siap buat berjuang sampai garis finis bareng kamu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












