Langsung ke konten
beritana
Breaking

Jika Kamu Masih Sibuk Mengejar Kesempurnaan, Mungkin Kamu Memang Sedang Lupa Cara Bahagia

Foto Beritana GeminiBeritana Gemini3 menit bacaAsmara
jantung, cinta, dekorasi, dekoratif, hari valentine, alam, kebahagiaan, kebebasan, percintaan, hubungan, romantis, berbentuk hati, jatuh cinta, emosi, perasaan, keterhubungan, senang, syukur, daun-daun
Foto: Pixabay

Kamu pernah nggak sih, duduk diam di kamar, menatap layar ponsel, lalu merasa ada yang kurang padahal semua baik-baik saja? Rasanya seperti kamu sedang berdiri di depan toko roti yang lengkap, tapi malah sibuk mencari kue yang tidak ada di etalase.

Itu perasaan yang wajar kok, dan jujur saja, kita semua pernah di sana. Kita terjebak dalam ilusi bahwa kebahagiaan harus terlihat seperti potongan gambar di media sosial yang serba estetik, padahal kenyataannya seringkali jauh lebih berantakan dari itu.

Jangan Cari yang Terlihat Sempurna

Kita sering tertipu oleh kemasan. Kamu pikir kalau seseorang punya fisik yang oke, karier yang menjulang, dan pembawaan yang elegan, dia otomatis bisa mengisi ruang kosong di hatimu dengan cara yang ajaib. Padahal, seringkali yang terjadi justru sebaliknya.

Kamu kejar yang sempurna itu, mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan perasaanmu sendiri. Tapi setelah didapat, kamu malah merasa asing karena dia sibuk dengan dunianya sendiri. Kamu sadar bahwa dia tidak benar-benar melihatmu, dia hanya menikmati pengakuan dari orang lain karena berhasil memilikimu.

Yang Sederhana Itu Seringkali Juara

Pernah nggak sadar, ada seseorang yang selama ini diam-diam selalu ada buat kamu? Dia mungkin tidak punya gaya yang mencolok, pekerjaannya biasa saja, dan dia tidak pernah pamer ke mana-mana tentang betapa baiknya dia ke kamu.

Dia cuma seseorang yang ingat kalau kamu lagi capek, lalu membawakan makanan favoritmu tanpa perlu diminta. Dia adalah orang yang mau mendengar ocehanmu soal hari yang berat, bahkan saat dia sendiri sedang lelah. Kebahagiaan itu sebenarnya sesederhana itu, tapi kita terlalu sibuk membuang waktu mengejar bayang-bayang yang justru bikin kita kehilangan rasa nyaman.

Mulai Belajar Untuk Merasa Cukup

Coba tarik napas sebentar, lihat ke sekelilingmu sekarang. Kalau ada seseorang yang tulus menyayangimu dengan caranya yang sederhana, mungkin itu adalah tanda bahwa kamu tidak perlu pergi ke mana-mana lagi untuk mencari kebahagiaan.

Memilih untuk berhenti mengejar yang belum tentu bisa membahagiakanmu bukanlah bentuk menyerah. Itu justru keberanian untuk menghargai apa yang sudah ada di depan mata. Lagipula, apa gunanya menggenggam kesempurnaan kalau hati sendiri malah tidak pernah merasa tenang?

Pelan-pelan Saja, Kamu Sudah Cukup

Kadang hidup ini memang lucu, kita terlalu rakus ingin segalanya terlihat ideal di mata orang lain sampai lupa bahwa yang paling tahu rasanya nyaman itu cuma kamu sendiri. Tidak perlu merasa harus punya segalanya dengan standar orang lain supaya layak untuk bahagia.

Istirahatlah dari pencarian yang melelahkan itu dan mulailah berterima kasih pada dia yang masih sabar menunggumu sadar. Kamu berhak merasa dicintai dengan cara yang paling tenang, bukan dengan cara yang bikin kamu harus terus-menerus merasa kurang.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini