Jika Memang Tidak Bisa Mencintaiku, Tolong Jangan Menahanku Cuma karena Takut Kehilangan Penggemar

Rasanya capek banget ya, nungguin chat dari seseorang yang kayaknya cuma butuh kita pas lagi sepi aja.
Kamu nggak sendirian kok kalau merasa bingung sama kelakuan dia yang maju mundur nggak jelas itu. Wajar banget kalau kamu merasa kesal, karena diperlakukan seolah-olah berharga tapi sebenarnya cuma dijadikan cadangan buat menjaga egonya tetap tinggi.
Kamu Itu Pasangan, Bukan Penggemar
Dia cuma takut kehilangan penonton.
Sakitnya tuh di sini, pas kamu sadar kalau semua perhatian manis dan kata sayang yang dia obral itu nggak ada isinya sama sekali. Dia datang pas lagi butuh asupan validasi, lalu hilang tanpa kabar begitu egonya sudah terpenuhi kembali. Kamu sengaja dibuat baper, biar kamu nggak pernah pergi dan tetap setia tepuk tangan buat semua pencapaian hidupnya.
Padahal, buat kamu, kata sayang itu punya tanggung jawab yang besar. Tapi bagi dia, itu cuma umpan murah supaya kamu tetap betah bertahan di kursi penonton paling depan.
Jangan Datang dan Pergi Sesukamu
Sikap menggantung itu jahat.
Kalau memang tidak ada rasa, ya bilang saja dari awal dengan tegas tanpa harus beralibi ini itu. Tidak perlu pura-pura peduli cuma karena kamu takut kehilangan sosok yang selalu ada buat mendukungmu setiap hari. Melepaskan itu butuh keberanian, dan sayangnya, dia terlalu pengecut untuk melakukan hal jujur itu kepadamu.
Kamu berhak mendapatkan seseorang yang berani melangkah masuk ke hidupmu dengan pasti. Bukan orang plin-plan yang cuma mau enaknya dicintai tanpa pernah mau repot-repot belajar cara mencintai balik.
Saatnya Kamu Pulang ke Dirimu
Mulai sekarang, yuk pelan-pelan tarik dirimu dari panggung sandiwara yang dia buat itu. Kamu terlalu berharga untuk sekadar jadi pemandu sorak di hidup orang lain yang bahkan tidak pernah peduli apakah kamu sudah makan atau belum hari ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor










