
Juventus menelan kekalahan telak tiga gol tanpa balas saat menjamu Lazio dalam lanjutan pekan ketujuh Serie A di Allianz Stadium, Senin (19/10/2026).
Hasil minor ini menjadi kekalahan kedua yang diderita I Bianconeri dalam lima pertandingan terakhir di kancah domestik. Tekanan terhadap tim asuhan pelatih Juventus mulai meningkat menyusul performa yang dianggap jauh dari standar klub papan atas Italia tersebut.
Reaksi keras langsung ditunjukkan oleh para pendukung tuan rumah. Ketika papan skor menunjukkan angka 0-3 bagi keunggulan tim tamu, tribune Allianz Stadium mulai terlihat kosong ditinggalkan suporter yang memilih pulang sebelum wasit meniup peluit panjang.
Keadaan kontras justru terjadi di sektor tim tamu yang dipadati pendukung Lazio. Mereka justru bertahan lebih lama untuk merayakan kemenangan telak tim kesayangannya di markas lawan.
Momen ini menjadi sangat istimewa bagi para pemain Lazio. Mereka bisa merasakan euforia kemenangan bersama suporter setianya di stadion, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di laga kandang mereka sendiri akibat konflik internal antara fan dan manajemen klub.
Kelompok ultras dan mayoritas pendukung Lazio memang telah memboikot laga kandang sejak akhir musim lalu sebagai bentuk protes keras terhadap pemilik klub, Claudio Lotito. Mereka berharap dengan mengurangi pemasukan dari tiket pertandingan, Lotito akan terdesak untuk melepas kepemilikan klub kepada pihak yang memiliki visi serta ambisi lebih besar.
Dampak finansial dari aksi boikot ini pun terlihat nyata. Sejak awal musim ini, rata-rata kehadiran penonton di markas Lazio hanya menyentuh angka 9.000 orang per pertandingan.
Situasi berbanding terbalik terjadi saat Lazio melakoni laga tandang. Suporter mereka selalu memenuhi alokasi tiket tim tamu dalam empat laga away yang telah dijalani musim ini, termasuk saat menaklukkan Juventus.
Di balik ketegangan manajemen dan fan, performa skuad asuhan Gennaro Gattuso di atas lapangan tetap terjaga dengan sangat baik. Mereka berhasil mengumpulkan enam kemenangan dan satu hasil imbang hingga pekan ketujuh.
Koleksi 19 poin yang diraih Lazio saat ini membawa mereka bersaing ketat di puncak klasemen bersama Inter Milan. Sementara bagi Juventus, mereka harus segera mengevaluasi pola permainan sebelum tertinggal lebih jauh dalam perburuan gelar juara Serie A musim ini.
Di sisi lain, perkembangan sepak bola Italia juga menyoroti pentingnya tata kelola liga yang lebih stabil. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan di Jakarta beberapa waktu lalu sempat menekankan sinkronisasi program antara pemerintah dan otoritas olahraga agar dinamika klub seperti yang dialami Lazio tidak merusak ekosistem kompetisi secara luas.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor