Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Meluas ke Kota Batu, Jalur Pendakian Ditutup Total

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, kini telah meluas hingga memasuki wilayah administratif Kota Batu. Kondisi ini membuat otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan setelah api merambat dari Kabupaten Pasuruan pada Senin (19/10/2026).
Titik api terpantau menjalar hingga ke area Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Suwoko, Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan tersebut setelah melakukan koordinasi intensif dengan pengelola Taman Hutan Raya Raden Soerjo.
Lokasi titik api diketahui berada sekitar satu kilometer dari jalur pendakian utama di Sumberbrantas, tepatnya di sisi utara Pos 2. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD dan para relawan tengah berupaya melakukan pemadaman secara manual.
Metode manual dipilih sebagai langkah awal mengingat medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran konvensional. Hingga laporan ini diturunkan, luas lahan yang terbakar di wilayah Kota Batu masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Sebelum menjangkau Kota Batu, kebakaran besar telah melanda kawasan Resort Konservasi Wilayah 03 di Kabupaten Pasuruan sejak Kamis (15/10/2026). Area yang terdampak meliputi Kecamatan Prigen dan Kecamatan Purwodadi, yang membakar kawasan hutan lindung di bawah pengelolaan Tahura Raden Soerjo.
Kondisi topografi yang kering dan embusan angin kencang menjadi faktor pemicu utama cepatnya sebaran api di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Api sempat terpantau membakar Gunung Ringgit, Putuk Lembu, hingga kawasan Sawahan Kesek sebelum akhirnya merembet menuju Gunung Kembar dan melintasi perbatasan kota.
Sebagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan publik, UPT Tahura Raden Soerjo memutuskan untuk menutup seluruh jalur pendakian menuju puncak. Keputusan ini bersifat mutlak guna memastikan tidak ada pendaki yang terjebak di tengah area kebakaran yang masih aktif.
Penutupan jalur pendakian juga bertujuan untuk mempermudah akses petugas dalam melakukan proses pemadaman serta evakuasi darurat. Pihak pengelola menegaskan bahwa operasional pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan benar-benar aman dari potensi titik api baru.
Masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar lereng gunung, diminta tetap tenang namun terus memantau informasi dari otoritas terkait. Kolaborasi lintas wilayah antara BPBD Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu menjadi kunci utama dalam memutus rantai persebaran api agar tidak merambah ke kawasan pemukiman penduduk.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor










