
Sebuah firma keamanan siber bernama Calif.io baru saja mencatatkan pencapaian signifikan dalam dunia keamanan perangkat lunak.
Mereka berhasil mendemonstrasikan metode jailbreak permanen atau untethered pada unit iPhone 18 Pro yang menjalankan sistem operasi iOS 27.0.1. Demonstrasi ini dilakukan secara langsung di hadapan publik dalam konferensi keamanan Hexacon yang berlangsung di Paris pada Jumat kemarin.
Jailbreak merupakan proses untuk menghilangkan batasan perangkat lunak yang ditetapkan oleh Apple guna mendapatkan akses penuh atau root pada sistem perangkat. Istilah untethered berarti modifikasi tersebut tetap aktif bahkan setelah ponsel dimatikan dan dinyalakan kembali, tanpa perlu menghubungkan perangkat ke komputer.
Apple merancang iPhone sebagai sistem yang tertutup dengan mekanisme keamanan berlapis seperti kode terenkripsi dan sandbox, yaitu sistem pengamanan yang membatasi aplikasi agar tidak mengakses data dari aplikasi lain. Dengan melakukan jailbreak, pengguna memiliki kebebasan untuk menginstal aplikasi yang tidak ada di App Store, mengubah antarmuka secara mendalam, hingga menghapus perangkat lunak bawaan yang dianggap tidak perlu.
Video yang diunggah oleh peneliti keamanan Billy Ellis memperlihatkan tim dari Calif.io melakukan proses reboot pada iPhone 18 Pro tersebut. Setelah perangkat menyala, mereka membukanya dengan kode sandi normal dan langsung menjalankan sesi SSH sebagai root, yang merupakan tingkat akses tertinggi dalam sistem operasi.
Hexacon sendiri merupakan ajang pertemuan bagi para peneliti keamanan yang fokus pada pencarian dan eksploitasi celah kerentanan sistem. Konferensi ini menjadi panggung bagi para ahli untuk mendiskusikan kelemahan pada platform populer, termasuk sistem operasi ponsel pintar dan peramban internet.
Pihak Calif.io belum mengungkapkan jenis celah keamanan apa yang digunakan untuk membobol pertahanan Apple tersebut. Tidak ada perangkat lunak publik yang tersedia untuk melakukan metode ini bagi pengguna umum.
Mendapatkan akses root pada iPhone terbaru merupakan tantangan besar karena Apple telah mengimplementasikan teknologi Pointer Authentication Codes, yaitu fitur perangkat keras yang mampu mendeteksi manipulasi memori. Mengingat kompleksitas ini, keberhasilan mereka menunjukkan bahwa sistem pertahanan yang telah dibangun dengan investasi besar oleh Apple masih memiliki celah yang bisa ditembus oleh peneliti tingkat lanjut.
Sebelumnya, tim Calif.io melalui Thai Duong sempat mengungkapkan bantuan kecerdasan buatan dalam membedah eksploitasi Safari dan kernel macOS pada chip M5. Meskipun mereka telah membantu Apple mengidentifikasi beberapa bug pada iOS 27, tidak ada informasi yang mengaitkan bug tersebut dengan metode jailbreak ini.
Kemampuan untuk mengambil alih sistem secara penuh pada iPhone yang sudah diperbarui merupakan celah yang sering diburu oleh pengembang perangkat lunak mata-mata komersial. Saat ini, nasib keamanan pengguna bergantung pada kapan detail celah ini dipublikasikan, karena Apple biasanya akan segera merilis pembaruan perangkat lunak setelah mengetahui rincian eksploitasi tersebut.
Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan tanggapan resmi terkait demonstrasi di Paris tersebut. Mereka menyatakan hanya akan mengonfirmasi masalah keamanan setelah perbaikan tersedia bagi seluruh pengguna di dunia.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor