Kemenangan Real Madrid atas Inter Milan di Liga Champions Tuai Sorotan Tajam

Real Madrid sukses meraih poin penuh dalam laga pembuka fase liga Liga Champions di Santiago Bernabeu, Selasa (8/9/2026).
Tim asuhan Jose Mourinho tersebut menaklukkan juara bertahan Liga Italia, Inter Milan, dengan skor akhir 2-1 di depan pendukungnya sendiri.
Hasil positif ini membawa Madrid selangkah lebih dekat dalam ambisi besar mereka untuk meraih trofi Liga Champions ke-16 sepanjang sejarah klub. Namun, performa Los Blancos justru memicu kritik keras dari media Spanyol, terutama harian olahraga As, yang merasa kemenangan tersebut tidak merepresentasikan kekuatan asli sang juara bertahan.
Keresahan media muncul karena kedua gol kemenangan Madrid dinilai bukan hasil dari skema permainan yang matang, melainkan buah dari kesalahan fatal pemain lawan.
Gol pertama yang dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-14 berawal dari kegagalan Curtis Jones dalam menjaga aliran bola di area berbahaya. Tak lama berselang, Federico Valverde menggandakan keunggulan pada menit ke-23 setelah kiper Inter, Josep Martinez, melakukan blunder saat mencoba melakukan aksi gocekan di dalam kotak penalti sendiri.
Inter Milan sebenarnya menunjukkan perlawanan sengit setelah tertinggal dua gol. Mereka akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi Carlos Augusto pada menit ke-77, meski usaha tersebut gagal berbuah poin hingga peluit akhir berbunyi.
Statistik pertandingan mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai dominasi permainan di atas lapangan hijau. Madrid tercatat hanya menguasai bola sebesar 41 persen sepanjang laga.
Tuan rumah hanya melepaskan 9 tembakan ke arah gawang lawan. Bandingkan dengan agresivitas Inter Milan yang mampu mencatatkan 15 tembakan sepanjang pertandingan.
Ketergantungan pada kesalahan lawan tentu menjadi catatan serius bagi Jose Mourinho. Jika pola permainan ini terus berlanjut, posisi Madrid sebagai kandidat terkuat juara akan mendapat tantangan berat dari lawan yang lebih disiplin di fase gugur.
Sebagai informasi, format Liga Champions musim 2026 ini menerapkan sistem fase liga baru. Sebanyak 36 klub berkompetisi dalam satu klasemen besar, di mana setiap tim memainkan delapan pertandingan melawan lawan yang berbeda untuk menentukan peringkat menuju babak gugur.
Publik kini menanti bagaimana Real Madrid merespons kritik tersebut di pertandingan berikutnya. Evaluasi terhadap lini tengah dan ketenangan dalam membangun serangan menjadi pekerjaan rumah utama bagi staf pelatih Los Blancos.
Apakah Madrid mampu meningkatkan intensitas permainan mereka, atau justru akan terus bergantung pada keberuntungan dari kesalahan lawan? Publik sepak bola Eropa tentu akan terus memantau perkembangan performa tim raksasa Spanyol ini dalam upaya mereka mempertahankan mahkota Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor









