Ketegangan Memuncak, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait hingga Yordania

Iran meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada hari ke-104 konflik. Serangan tersebut menyasar instalasi militer di Kuwait, Bahrain, dan Yordania sebagai respons atas aksi militer AS sebelumnya.
Teheran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam operasi tersebut. IRGC merupakan unit elit militer Iran yang memiliki mandat khusus untuk menjaga ideologi revolusioner dan pertahanan negara.
Eskalasi ini bermula ketika komando militer Amerika Serikat, CENTCOM, meluncurkan serangan udara ke sejumlah titik di dalam wilayah Iran. Washington mengeklaim tindakan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri di tengah memanasnya hubungan diplomatik kedua negara.
Presiden Donald Trump sebelumnya sempat memberikan peringatan keras melalui pernyataan resmi. Trump menuduh Teheran terlalu lambat dalam merespons tawaran kesepakatan diplomatik yang diajukan Washington.
Terkait kondisi keamanan perairan, Iran dilaporkan telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal. Selat Hormuz adalah jalur laut krusial di Teluk Persia yang menjadi jalur utama distribusi minyak bumi dunia.
Situasi di lapangan masih sangat cair. Komunitas internasional kini menanti langkah lanjutan dari kedua belah pihak di tengah kekhawatiran meluasnya konflik berskala regional.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor











