
Borussia Monchengladbach kini berada dalam fase krisis yang mendalam setelah menelan kekalahan keenam secara berturut-turut di ajang Bundesliga musim 2026/2027. Tim yang diperkuat oleh bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, kembali harus mengakui keunggulan lawan setelah takluk 1-2 dari Hoffenheim di Borussia-Park pada Minggu malam.
Kekalahan ini memperburuk rekor buruk Die Fohlen sejak awal musim kompetisi dimulai. Mereka kini terjerembab di dasar klasemen sementara tanpa mengoleksi satu poin pun dari enam laga yang telah dilalui.
Pertandingan kontra Hoffenheim sebenarnya menunjukkan upaya bangkit dari tuan rumah. Meskipun sempat tertinggal melalui gol cepat Bambase Conte pada menit ke-11, Gladbach berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Wael Mohya di awal babak kedua. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sesaat sebelum Alexander Prass mengembalikan keunggulan tim tamu pada menit ke-54.
Data statistik menunjukkan dominasi Hoffenheim yang lebih tajam dengan mencatatkan 14 percobaan tembakan ke arah gawang dibandingkan Gladbach yang hanya mampu melepaskan sembilan tembakan. Selain itu, penguasaan bola tim asuhan Diks juga kalah tipis dengan angka 48 persen sepanjang pertandingan.
Kevin Diks secara terbuka mengakui bahwa performa tim saat ini jauh dari standar yang diharapkan. Baginya, rangkaian hasil minor ini merupakan beban mental yang berat bagi seluruh anggota skuad.
"Kalah enam pertandingan berturut-turut sungguh berat, dan sulit untuk menentukan dengan tepat apa yang salah hari ini, sesaat setelah peluit akhir dibunyikan," ujar Diks melalui situs resmi klub pada Senin.
Ia menambahkan bahwa terlepas dari berbagai faktor teknis di lapangan, kenyataan pahit yang harus diterima adalah kualitas permainan tim belum cukup baik untuk bersaing. Meski berada dalam situasi sulit, Diks menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dalam tim.
Pemain berusia 30 tahun tersebut menolak untuk menyerah pada keadaan di tengah tekanan degradasi yang mulai membayangi. Baginya, kerja keras sepanjang pekan latihan menjadi satu-satunya jalan keluar untuk memperbaiki posisi di tabel klasemen.
Bundesliga sendiri masih menyisakan 28 pekan pertandingan hingga akhir musim. Rentang waktu yang panjang ini menjadi harapan bagi Gladbach untuk memangkas selisih lima poin dengan Schalke yang berada tepat di atas zona degradasi.
Fokus utama skuad asuhan Diks kini beralih pada laga tandang menghadapi Stuttgart pada Sabtu mendatang. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian krusial bagi Gladbach dalam misi mencari poin perdana mereka musim ini.
Diks menyatakan komitmennya untuk tetap bersatu dengan rekan setimnya guna menghadapi masa-masa sulit ini. Ia berharap persiapan yang matang selama sepekan dapat memberikan perubahan hasil saat berlaga di akhir pekan nanti.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor