Xbox Beri Sinyal Pertahankan Game Fisik di Tengah Tren Digital

Xbox memberikan sinyal kuat untuk tetap mempertahankan distribusi gim dalam format fisik di tengah gempuran tren distribusi digital yang semakin dominan di industri konsol.
Langkah strategis ini terungkap melalui temuan lowongan pekerjaan baru di laman profesional LinkedIn milik Microsoft untuk posisi Xbox Games Supply Strategist. Posisi tersebut memiliki tanggung jawab utama untuk mengoordinasikan peluncuran gim fisik Xbox pada berbagai platform serta menyusun strategi distribusi di tingkat global.
Manajer baru ini nantinya akan mengelola persediaan barang dan memastikan efisiensi penjualan melalui jaringan toko ritel di seluruh dunia. Satu poin yang menarik perhatian adalah penyebaran gim fisik ini tidak terbatas pada konsol milik Microsoft saja, melainkan mencakup semua platform. Hal ini mengindikasikan bahwa gim terbitan Xbox kemungkinan besar tetap akan hadir dalam bentuk kaset atau piringan cakram untuk pengguna PlayStation 5 maupun Nintendo Switch.
Kehadiran peran strategis ini muncul di saat masa depan media fisik dalam industri gim sedang berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan.
Beberapa laporan industri menyebutkan bahwa kompetitor utama mereka, Sony, memiliki rencana untuk menghentikan produksi piringan cakram gim baru mulai Januari 2028. Sebaliknya, Microsoft justru menunjukkan fleksibilitas dengan tetap membuka peluang bagi konsumen yang masih setia mengoleksi kotak gim di rak buku mereka.
Di Indonesia sendiri, ketersediaan gim fisik masih menjadi faktor krusial bagi ekosistem pemain gim karena nilai jual kembalinya yang sangat stabil. Harga satu judul gim kelas atas atau AAA saat ini rata-rata mencapai Rp1,1 juta (sekitar USD 70), sehingga opsi menjual gim bekas menjadi solusi ekonomis bagi banyak orang. Selain itu, keterbatasan infrastruktur internet di beberapa wilayah tanah air membuat proses mengunduh data gim yang ukurannya bisa mencapai 100 gigabita menjadi kendala yang nyata.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















