Khosla Ventures Suntik Dana Rp785 Miliar ke Even Healthcare untuk Ubah Sistem Rumah Sakit India

Startup kesehatan asal India, Even Healthcare, baru saja mendapatkan suntikan dana segar sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp785 miliar dalam putaran pendanaan Seri B.
Investasi ini dipimpin oleh firma modal ventura Khosla Ventures dengan partisipasi dari Alpha Wave. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas operasional rumah sakit mandiri mereka di Bengaluru guna menantang ekonomi rumah sakit tradisional yang seringkali tidak efisien bagi pasien.
Kini, nilai perusahaan Even Healthcare mencapai USD 300 juta atau sekitar Rp4,7 triliun. Angka ini naik tiga kali lipat dibandingkan penilaian perusahaan tersebut 18 bulan lalu.
Sistem rumah sakit di India selama ini memiliki model bisnis yang unik namun sering dikritik, yakni pihak rumah sakit justru meraih keuntungan lebih besar ketika pasien menjalani tes medis atau prosedur tambahan yang mungkin tidak diperlukan. Praktik ini sering memicu pembengkakan tagihan medis bagi masyarakat di negara berpenduduk terbanyak di dunia tersebut.
Even Healthcare hadir untuk memutus rantai tersebut dengan fokus pada hasil kesehatan pasien daripada volume tindakan medis. Mereka membangun serta mengelola rumah sakit sendiri untuk memastikan kendali penuh atas kualitas layanan dan biaya yang dibebankan kepada pasien maupun perusahaan asuransi.
Pendiri Khosla Ventures, Vinod Khosla, meyakini model ini melampaui sekadar perbaikan sistem yang terfragmentasi dengan menggabungkan pembiayaan, teknologi, dan pemberian layanan medis secara terpadu. Menurutnya, tujuan utama adalah memberi penghargaan kepada hasil kesehatan yang membaik, bukan pada penggunaan layanan kesehatan yang berlebihan.
”Hasil klinis dan ekonomi sejauh ini memberi kami keyakinan bahwa model ini bisa menjadi standar baru untuk layanan kesehatan di India maupun di luar wilayah tersebut,” ujar Vinod Khosla dalam sebuah pernyataan resmi.
Mayank Banerjee, pendiri Even Healthcare, mengungkapkan bahwa perusahaannya memutuskan untuk membangun rumah sakit sendiri setelah menemukan banyak kasus pasien yang menjalani tes atau operasi tidak perlu saat bekerja sama dengan mitra rumah sakit luar. Saat ini, mereka telah mengoperasikan dua rumah sakit di Bengaluru yang berhasil mencapai profitabilitas operasional dalam waktu kurang dari satu tahun.
Perusahaan berencana membuka lima rumah sakit tambahan di Bengaluru dalam enam bulan mendatang. Untuk menjaga integritas layanan, dokter di rumah sakit Even dibayar dengan gaji tetap dan tidak mendapatkan kompensasi berdasarkan jumlah tindakan yang mereka lakukan terhadap pasien.
Strategi ini terbukti memberikan dampak signifikan pada efisiensi layanan. Even Healthcare mengklaim tingkat rawat inap ulang yang tidak direncanakan di rumah sakit mereka kurang dari 1 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang berkisar antara 8 hingga 15 persen.
Meskipun mencatatkan pertumbuhan pesat, startup ini masih membukukan kerugian bersih sebesar ₹902 juta atau sekitar Rp149 miliar pada tahun fiskal 2025. Perusahaan juga sempat melakukan restrukturisasi dengan memangkas sekitar 350 karyawan pada bulan Agustus lalu.
Saat ini, Even Healthcare mempekerjakan sekitar 650 orang, termasuk 300 dokter tetap, dan melayani sekitar 250.000 anggota. Mereka memilih untuk terus berinvestasi pada ekspansi alih-alih mengejar profitabilitas jangka pendek demi menjangkau lebih banyak pasien di India.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











