Kondisi Rumput GBLA Rusak Parah, Persib Bandung Pindahkan Laga ACL 2 ke Si Jalak Harupat

Persib Bandung harus memindahkan lokasi pertandingan krusial babak playoff AFC Champions League 2 (ACL 2) melawan Manila Digger ke Stadion Si Jalak Harupat pada 31 Agustus mendatang.
Keputusan mendesak ini diambil menyusul kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang mengalami kerusakan parah dan dinilai tidak layak pakai, seperti dilaporkan Detik Sport.
Perubahan lokasi pertandingan ini sudah secara resmi tercantum dalam jadwal di laman Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Baca Juga:
- Piala AFF 2026: Thailand Optimistis Bangkit usai Kalah dari Vietnam
- Sanksi MLS untuk Lionel Messi Akibat Konflik di Lapangan
- Duel Sengit Semifinal Kejuaraan Dunia 2026: Amri/Nita vs Feng/Huang
Kendati demikian, laga penting tersebut dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton, sebuah konsekuensi dari sanksi disipliner yang masih melekat pada klub berjuluk Maung Bandung itu.
Gelandang andalan Persib Bandung, Marc Klok, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terkait pemindahan kandang pertandingan timnya ini.
Menurutnya, GBLA adalah stadion mereka yang sesungguhnya, namun ia juga menegaskan kesiapan tim untuk menerima solusi demi kelangsungan kompetisi.
"Sedikit sedih kenapa tidak bermain di GBLA, karena ini adalah stadion kita, bukan (Si Jalak) Harupat. Tapi kalau itu solusinya, kita terima, kita main. Tidak mengeluh, dan gas," tutur Klok, sebagaimana dikutip dari detikJabar.
Masalah ketersediaan lapangan yang layak pakai memang terus membayangi Persib Bandung, bukan hanya untuk laga ACL 2 ini.
Manajemen klub dilaporkan masih berupaya keras mencari vendor pemeliharaan rumput yang kompeten, sebuah indikasi bahwa isu ini bersifat struktural. Pembenahan arena menjadi desakan kuat dari Bobotoh, suporter setia Persib, yang khawatir akan kelangsungan laga kandang, baik di kancah Asia maupun saat kompetisi Liga 1 musim baru bergulir.
Kondisi lapangan yang jauh dari ideal ini turut memicu kritik keras dari jajaran pelatih. Igor Tolic, pelatih Persib, menyoroti tidak hanya lapangan utama GBLA, tetapi juga fasilitas lapangan pendamping yang biasa digunakan sebagai lokasi latihan sehari-hari yang kini juga rusak.
"Sekarang kita di sini, lapangannya seperti ini, jadi kita perlu melihat di mana kita akan bermain ACL dan kapan kita akan bermain di liga. Karena lapangan ini tidak layak pakai," tegas Igor, dikutip dari detikJabar.
Igor Tolic bahkan menilai bahwa visual kondisi rumput yang terkelupas hingga menyisakan tanah sudah cukup menjadi bukti nyata buruknya arena pertandingan saat ini.
"Ambil foto lapangan ini dan Anda akan melihat semuanya. Anda cukup memasang foto lapangan dan semuanya sudah jelas," tambahnya, menunjukkan tingkat frustrasi yang tinggi atas kondisi lapangan yang tidak profesional.
Situasi ini tentu mencoreng citra klub sebesar Persib Bandung yang ambisius untuk berprestasi di level Asia. Ketersediaan infrastruktur yang memadai adalah fondasi utama bagi kemajuan sepak bola profesional, dan insiden ini menyoroti pekerjaan rumah besar bagi pengelolaan stadion di Indonesia.
Tidak hanya berdampak pada persiapan tim, kondisi lapangan yang buruk juga berpotensi mengurangi daya saing klub di kancah internasional, mengingat standar lapangan yang diterapkan AFC cukup ketat.
Para penggemar dan pihak klub berharap masalah ini dapat segera teratasi agar Persib dapat kembali bermain di kandang sendiri dengan fasilitas terbaik, sesuai harapan dan standar profesional sepak bola modern.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











