
Perusahaan induk Kraken, Payward, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Singapore Gulf Bank untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi dolar Amerika Serikat selama 24 jam penuh dalam tujuh hari sepekan. Layanan ini menyasar lembaga keuangan terpilih yang beroperasi di wilayah Asia serta kawasan Teluk.
Melalui integrasi dengan SGB Net, yakni jaringan kliring real-time milik bank yang berbasis di Bahrain tersebut, klien institusi kini dapat melakukan transaksi secara instan tanpa menunggu jam operasional perbankan tradisional. Langkah ini menandai babak baru dalam efisiensi likuiditas aset digital bagi para pelaku pasar di kawasan tersebut.
Kedua entitas berencana memperluas jangkauan layanan ini ke lebih banyak klien serta menambahkan diversifikasi mata uang dalam waktu dekat. Selain itu, Singapore Gulf Bank akan memanfaatkan layanan Kraken Prime untuk mengakses likuiditas aset digital serta menggunakan infrastruktur pasar Payward sebagai acuan penetapan harga perdagangan nasabah mereka.
Layanan ini hadir di tengah ketatnya persaingan perbankan global dalam menciptakan sistem penyelesaian transaksi yang lebih cepat. Banyak lembaga keuangan saat ini mulai meninggalkan sistem perbankan konvensional yang kerap terkendala waktu tutup operasional dan hari libur.
Sebuah konsorsium perbankan besar yang melibatkan nama-nama seperti JPMorgan Chase, Bank of America, hingga Barclays, saat ini sedang mengembangkan jaringan deposito ter-tokenisasi. Proyek yang dikelola oleh The Clearing House tersebut dijadwalkan meluncur pada paruh pertama tahun 2027 untuk mendukung penyelesaian transaksi sepanjang waktu.
Di Jepang, langkah serupa juga tengah dipersiapkan melalui kolaborasi antara perusahaan penerbit stablecoin Circle dengan Nomura. Keduanya dikabarkan sedang membangun sistem penyelesaian valuta asing instan yang direncanakan beroperasi penuh mulai tahun 2027.
Pemerintah Korea Selatan melalui Bank of Korea pun menunjukkan langkah serupa pada akhir September lalu. Otoritas moneter tersebut meluncurkan proyek percontohan yang memungkinkan investor asing melakukan penyelesaian transaksi won di luar jam perbankan reguler demi meningkatkan partisipasi pasar modal lokal.
Perkembangan ini memberikan gambaran bahwa infrastruktur keuangan global sedang mengalami transformasi menuju sistem yang lebih adaptif. Kehadiran teknologi kripto dalam ekosistem perbankan tradisional menjadi katalisator utama perubahan perilaku pasar yang menuntut aksesibilitas tanpa henti.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor