Laplace Intelligence Uji Keamanan Robot dan Mobil Otonom Lewat Simulasi AI

Startup teknologi Laplace Intelligence mengembangkan sistem pengujian AI fisik untuk menguji keamanan robotik dan kendaraan otonom sebelum diterjunkan ke dunia nyata. Langkah uji coba berbasis simulasi kecerdasan buatan ini dirancang guna mencegah kegagalan fatal saat teknologi kecerdasan buatan beroperasi di ruang publik.
"Kami tidak ingin AI fisik mengalami kegagalan di dunia nyata," kata Howie Sun, CEO sekaligus pendiri Laplace Intelligence.
Perusahaan rintisan yang berbasis di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat ini menerapkan metode red-teaming terautomasi. Metode ini sengaja merancang skenario terburuk guna menemukan kelemahan sistem sebelum perangkat lunak diimplementasikan secara luas. Laplace meyakini satu-satunya cara terbaik untuk menguji keamanan AI fisik adalah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan lain.
Upaya tersebut mendesak dilakukan mengingat potensi risiko fisik yang jauh lebih besar dibandingkan kegagalan sistem pada komputer biasa. Ketika kegagalan perangkat lunak di dunia digital hanya berdampak pada data, kegagalan AI fisik dapat mengancam keselamatan jiwa manusia di jalan raya maupun area industri.
Tujuan utama Laplace adalah membangun landasan bukti yang dapat dipercaya oleh konsumen, penyedia asuransi, dan regulator.
Laplace didirikan satu tahun lalu oleh Sun bersama mantan penasihat doktoralnya di University of Michigan, Henry Liu. Riset akademik mereka tentang pengujian AI mobil otonom pernah menjadi laporan utama jurnal ilmiah bereputasi, Nature, pada 2023. Laporan tersebut langsung menarik perhatian jajaran produsen kendaraan otonom global yang berniat mengomersialkan teknologi simulasi tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor














