Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Luka Modric Berikan Pesan Menyentuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4095624/original/029966500_1658369057-000_9DF37V.jpg)
Keputusan mengejutkan datang dari kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, yang resmi mengumumkan pengunduran diri dari panggung sepak bola internasional.
Kabar ini segera memicu gelombang simpati dan penghormatan dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari rival abadinya di lapangan hijau, Luka Modric. Gelandang senior asal Kroasia tersebut menyampaikan salam perpisahan yang sarat akan apresiasi mendalam bagi sang megabintang.
Bagi Modric, sosok Messi bukan sekadar lawan, melainkan ikon unik yang telah mendefinisikan standar tinggi dalam sejarah sepak bola dunia. Ia menekankan bahwa keputusan untuk gantung sepatu adalah hak prerogatif pemain yang harus dihargai oleh seluruh penggemar olahraga ini.
Melalui pernyataan yang dikutip jurnalis Fabrizio Romano, Modric mengungkapkan kekaguman atas dedikasi Messi.
Ia menyebut bahwa apa yang dicapai pemain berjuluk La Pulga tersebut bersama tim nasional Argentina merupakan puncak dari sebuah perjalanan karier yang luar biasa. Keberhasilan menjuarai Piala Dunia dianggap sebagai kepingan terakhir yang membuat warisan Messi di dunia sepak bola menjadi sempurna.
Modric mengakui bahwa bertanding melawan Messi di level klub maupun internasional selalu menjadi ujian tersendiri yang sangat berat. Persaingan panjang antara keduanya, terutama saat masa kejayaan Barcelona dan Real Madrid, kini menjadi memori yang akan terus diingat oleh pencinta sepak bola dunia.
Pensiunnya Messi sekaligus menandai pergeseran era di kancah sepak bola internasional yang selama dua dekade terakhir didominasi oleh generasi emas tersebut. Kini, satu per satu pemain legendaris yang mendefinisikan sepak bola modern mulai meninggalkan lapangan hijau.
Modric sendiri, yang kini berusia 41 tahun, tampak merespons momen ini dengan refleksi mendalam mengenai masa depannya sendiri. Ia menyadari bahwa perjalanannya di dunia profesional juga mulai mendekati garis finis setelah menapaki karier panjang di berbagai liga elite Eropa.
Langkah Messi meninggalkan tim nasional tentu memberikan ruang bagi munculnya talenta muda Argentina yang baru. Perubahan ini memberikan warna berbeda dalam peta persaingan sepak bola global yang akan terus berjalan tanpa kehadiran sang legenda di atas lapangan.
Kepergian Messi dari tim nasional bukan sekadar tentang angka statistik atau trofi yang terkumpul di lemari pajangannya. Ini adalah tentang dampak kultural dan inspirasi yang ia berikan kepada jutaan anak muda yang bermimpi meniti karier sebagai pemain profesional.
Dunia sepak bola kini menatap masa depan sembari tetap menghargai jejak panjang yang ditinggalkan oleh pemilik delapan gelar Ballon d'Or tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367208/original/025231200_1791337054-messi.jpg)









