
Ruben Amorim mengungkapkan bahwa masa jabatannya di Manchester United menjadi fondasi penting dalam mengembangkan pendekatan taktisnya bersama AC Milan.
Pengalaman menangani klub raksasa Inggris tersebut memberikan perspektif baru bagi pelatih asal Portugal ini mengenai cara menghadapi sorotan publik yang intens. Ia mengakui bahwa setiap keputusan di klub dengan skala global seperti Manchester United membawa konsekuensi yang jauh lebih besar daripada klub-klub pada umumnya.
Amorim resmi menduduki kursi kepelatihan di Manchester United pada 11 November 2024, tak lama setelah ia meninggalkan Sporting CP dengan catatan prestasi dua gelar liga domestik. Reputasi tersebut yang membawanya ke Inggris sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mencari tantangan baru di kompetisi Serie A Italia bersama AC Milan.
Kini, tantangan yang dihadapinya di Milan justru terasa lebih familiar dan mendekati atmosfer yang pernah ia rasakan selama berkarier di Portugal. Ia dihadapkan pada jadwal pertandingan yang sangat padat, mencakup sembilan laga dalam durasi kurang dari satu bulan, termasuk tiga partai krusial di ajang Liga Europa.
Liga Europa adalah kompetisi antarklub kasta kedua di Eropa, tepat di bawah Liga Champions, yang mempertemukan tim-tim elit dari berbagai negara. Jadwal yang sangat rapat ini menuntut rotasi pemain yang cerdas agar AC Milan tetap kompetitif di semua ajang yang mereka ikuti musim ini.
Amorim menegaskan bahwa akumulasi pengalaman dari berbagai klub yang pernah ia latih menjadi modal utama untuk menavigasi kesulitan tersebut. Baginya, tekanan yang diberikan oleh suporter Rossoneri, julukan bagi AC Milan, memiliki karakteristik yang serupa dengan fanatisme suporter di negara asalnya.
Dalam sebuah wawancara dengan DAZN, ia menyampaikan bahwa perbedaan budaya sepak bola di Inggris dan Italia memang nyata, terutama terkait cara publik terlibat secara emosional dengan tim. Meski begitu, ia mengaku sudah terbiasa dengan lingkungan yang penuh gairah dan tekanan tinggi seperti itu.
Amorim melihat periode di Manchester United bukan sebagai fase yang terpisah, melainkan bagian dari proses pendewasaan dirinya sebagai pelatih. Setiap langkah yang ia ambil di masa lalu kini ia gunakan sebagai landasan untuk memberikan kontribusi maksimal bagi AC Milan.
Ia percaya seluruh perjalanan kariernya telah membawanya pada titik ini, sebuah klub yang menurutnya sangat istimewa. Dengan bekal taktik yang terus berkembang dan ketenangan dalam menghadapi tekanan global, Amorim berharap dapat membawa AC Milan meraih hasil positif di sisa musim kompetisi.
Dukungan dari manajemen serta kesiapan skuad menjadi faktor krusial bagi Amorim untuk menerapkan filosofi permainannya. Harapannya, transisi dari gaya sepak bola Inggris yang cepat ke gaya Italia yang strategis dapat berjalan mulus di bawah arahannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor