Mantan Bos PlayStation Kritik Keras Keputusan Sony Hapus Kaset Game

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi kaset fisik untuk konsol gimnya mulai tahun 2028 menuai kritik pedas dari mantan eksekutif PlayStation, Shawn Layden. Ia menyebut langkah tersebut sebagai 'keputusan yang sangat didorong oleh spreadsheet' dan berpotensi merusak reputasi perusahaan.
Keputusan Sony untuk menghentikan format fisik telah memicu kemarahan di kalangan gamer sejak diumumkan pada Juli lalu. Sebuah kelompok advokasi gamer bahkan menyerukan boikot terorganisir, sementara petisi 'Don't Kill the Disc' telah mengumpulkan lebih dari 385.000 tanda tangan. Namun, Sony tampaknya tidak bergeming dan belum memberikan sinyal untuk mengubah arah kebijakannya.
Layden berpendapat, perubahan ini menggeser fokus diskusi dari kepemilikan gim menjadi sekadar akses ke aset digital. "Jika Anda tidak bisa menjual sesuatu, itu berarti Anda tidak memilikinya. Jika Anda tidak memilikinya, apa yang Anda beli? Membeli akses, kedengarannya tidak begitu menarik," ujar Layden dalam podcast The Expansion Pass. Ia menambahkan bahwa konsekuensinya, orang-orang akan cenderung membayangkan skenario terburuk.
Pernyataan Layden muncul hanya beberapa bulan setelah Sony mengajukan argumen di pengadilan California bahwa tidak ada konsumen yang wajar yang percaya bahwa mereka memiliki gim digital yang mereka beli di PlayStation Store. Argumen ini diajukan sebagai respons terhadap gugatan class action yang menuduh tombol pembelian di toko tersebut menyiratkan kepemilikan alih-alih lisensi yang dapat dicabut.
Layden, yang menjabat sebagai Presiden dan CEO Sony Interactive Entertainment America dari 2014 hingga 2018, mengklaim bahwa langkah ini telah memberikan 'pukulan merek yang signifikan' bagi Sony. Keputusan tersebut, menurutnya, kemungkinan besar didorong oleh proyeksi spreadsheet yang menunjukkan bahwa Sony dapat menekan biaya dan memaksimalkan keuntungan.
Mantan eksekutif PlayStation itu menekankan bahwa meskipun hanya sekitar 20% gamer yang masih membeli kaset fisik, sebagian besar komunitas ini justru adalah penggemar yang paling setia. "Mereka adalah orang-orang yang membeli dua salinan setiap gim. Satu tidak pernah keluar dari bungkus plastiknya, dan Anda memainkan yang lain.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869222/original/008133000_1782930974-ko7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482952/original/016557500_1769306120-Victor_Montagliani_1.jpg)