Megawati Hangestri Absen dari Timnas Voli Putri di Asian Games 2026

Tim nasional voli putri Indonesia dipastikan tidak akan diperkuat oleh bintang andalan mereka, Megawati Hangestri Pertiwi, pada gelaran Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Keputusan tersebut diambil demi menjaga kondisi fisik sang pemain agar tetap prima saat kembali berkompetisi di Korea Selatan. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau PP PBVSI telah memberikan konfirmasi resmi terkait ketidakhadiran atlet tersebut dalam ajang olahraga multicabang terbesar di Asia ini.
Sebelumnya, nama Megawati memang sempat masuk dalam daftar panggil untuk persiapan kejuaraan tersebut. Namun, padatnya jadwal kompetisi membuat pihak federasi harus mengambil langkah realistis demi kelangsungan karier atlet di level internasional.
Wakil Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menyebut peran Megawati memang sulit digantikan dalam skuad Merah Putih. Ia mengakui bahwa kebugaran pemain menjadi aspek prioritas yang tidak bisa dikompromikan mengingat beban kerja yang tinggi di liga luar negeri.
“Kita tidak bisa mengingkari bahwa Mega masih yang terbaik di posisinya,” ujar Loudry Maspaitella mengenai situasi ini.
Absennya pemain utama ini tentu menghadirkan tantangan besar bagi tim Indonesia saat menghadapi persaingan sengit di level Asia. Perlu diketahui, Asian Games merupakan ajang bergengsi yang setara dengan Olimpiade versi Asia, di mana tim voli putri Indonesia harus berhadapan dengan negara-negara dengan tradisi voli kuat seperti Jepang, China, dan Korea Selatan.
Untuk mengatasi kekosongan tersebut, pelatih kepala Marcos Sugiyama kini tengah memutar otak. Ia mulai mematangkan strategi dengan menyiapkan dua pemain opposite pelapis, yakni Khanza Putri Yanzi dan Azzahra Dwi Febyane, sebagai ujung tombak serangan tim.
PP PBVSI memandang situasi ini sebagai peluang untuk melakukan proses regenerasi atlet. Mereka berharap para pemain muda dapat membuktikan kualitas mereka di tengah tekanan turnamen internasional yang sangat besar.
Dukungan penuh dari publik sangat diharapkan bagi skuad Garuda agar mampu menjaga soliditas tim meskipun tanpa kehadiran pemain bintang. Kedalaman skuad akan benar-benar diuji saat turnamen mulai bergulir nanti.
Tanpa kehadiran Megawati, tim pelatih diharapkan mampu membangun pola serangan baru yang lebih variatif. Fokus utama kini beralih pada kolektivitas permainan tim dibandingkan hanya bergantung pada sosok individu pemain saja.
Para penggemar voli di Tanah Air tentu berharap keputusan ini menjadi langkah terbaik bagi masa depan Megawati. Pemulihan total dari cedera atau kelelahan adalah kunci agar atlet kebanggaan Indonesia ini tetap bisa tampil konsisten dalam jangka panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor















