Pada Februari lalu, BNP yang dipimpin oleh Perdana Menteri Tarique Rahman meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum pertama sejak Hasina digulingkan. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan dominasi partai tersebut dan memberikan legitimasi kuat bagi rencana politik mereka.
Partai yang berkuasa ini diharapkan akan menggunakan mayoritas legislatifnya untuk menunjuk Alamgir, politikus berusia 78 tahun tersebut, sebagai pemegang jabatan kepresidenan yang tugas utamanya bersifat simbolis.
"Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi presiden, ini adalah anugerah tak terbatas dari partai dan karunia Allah Yang Mahakuasa," kata Alamgir kepada wartawan pada hari Selasa, seperti dikutip dari kantor berita pemerintah BSS. Ia juga menambahkan, "Bahkan setelah menjadi presiden, saya berharap untuk tetap berada di samping rakyat dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya."
Sepanjang pemerintahan Hasina, Alamgir sering kali ditangkap dan menghadapi puluhan tuduhan yang menurutnya bermotif politik. Meskipun demikian, ia dipuji oleh media karena kemampuannya "menjaga BNP tetap terorganisasi dan mempertahankan eksistensi politik partai selama masa-masa sulit," merujuk pada periode yang penuh gejolak di bawah kekuasaan Hasina.