
AS Roma secara resmi menetapkan target ambisius untuk merebut trofi Scudetto dalam kurun waktu tiga tahun di bawah komando pelatih Gian Piero Gasperini. Proyek jangka panjang ini mulai menunjukkan titik terang setelah Giallorossi mencatatkan awal musim yang menjanjikan di Serie A.
Klub ibu kota Italia ini mampu mengumpulkan 13 poin dari lima pertandingan pembuka liga. Capaian impresif tersebut membuat mereka bersanding dengan raksasa Italia lainnya seperti Inter Milan dan Lazio di papan atas klasemen sementara.
Gasperini mengungkapkan rencana strategis ini dalam sesi wawancara bersama Corriere della Sera menjelang laga tandang menghadapi Como. Dia menilai kerangka waktu tiga tahun adalah target yang rasional, meskipun terbuka terhadap kemungkinan meraih kesuksesan lebih awal jika performa tim terus meningkat secara stabil.
"Rencana kami adalah mencapainya dalam waktu tiga tahun. Kami tidak akan keberatan jika gelar itu datang lebih cepat, tetapi kami sadar perjalanan menuju puncak masih sangat panjang," ujar pelatih yang dikenal dengan gaya permainan ofensifnya tersebut.
Keyakinan Gasperini berpijak pada pengalamannya selama sembilan musim di Atalanta. Ia berhasil menyulap tim asal Bergamo tersebut menjadi kekuatan yang konsisten bersaing di Liga Champions serta menorehkan sejarah dengan menjuarai Liga Europa pada 2024.
Tantangan besar kini menanti Roma untuk memutus dahaga gelar juara Liga Italia yang terakhir kali mereka rasakan pada 2001. Gasperini mengingatkan anak asuhnya bahwa dinamika kompetisi sepak bola tidak selalu berjalan linear atau mulus tanpa hambatan.
"Dalam sepak bola, tidak ada jalan yang pasti atau lurus menuju keberhasilan. Kami pasti akan menemui masa sulit, dan kemampuan untuk menjaga konsistensi saat momentum sedang tidak memihak akan menjadi penentu," tambah juru taktik berusia 66 tahun itu.
Faktor kunci dalam kebangkitan Roma musim ini adalah ketajaman lini depan mereka. Penyerang Donyell Malen kini menjadi sorotan utama setelah memimpin daftar pencetak gol terbanyak Serie A dengan koleksi enam gol hingga pekan kelima.
Keberhasilan Malen beradaptasi dengan skema Gasperini memberikan optimisme bagi para pendukung Giallorossi. Proyek ini bukan hanya soal meraih trofi, melainkan juga membangun fondasi tim yang mampu bersaing di level tertinggi secara berkelanjutan di Eropa.
Bagi para penggemar di Indonesia, perkembangan AS Roma di bawah Gasperini menjadi tontonan menarik di tengah ketatnya persaingan Liga Italia. Dengan perpaduan antara taktik taktis dan kedalaman skuad, Roma berharap bisa mengembalikan kejayaan klub di Stadion Olimpico.
Laga melawan Como akan menjadi ujian berikutnya untuk membuktikan apakah tren positif Roma mampu dipertahankan. Fokus Gasperini saat ini adalah menjaga mentalitas pemain agar tidak terlena dengan raihan poin di awal musim yang panjang ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor