Misi Berat Fenerbahce Sambut AS Roma di Liga Champions: Momentum Giallorossi Diuji

Fenerbahce akan menjamu AS Roma dalam laga pembuka fase liga UEFA Champions League (UCL) 2026-27 di Stadion Sukru Saracoglu. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, pukul 23.45 WIB.
Laga ini menandai momen bersejarah bagi Fenerbahce yang akhirnya kembali berkompetisi di fase utama Liga Champions setelah penantian panjang selama 18 tahun. Klub raksasa Turki itu berhasil lolos setelah melalui serangkaian kualifikasi yang melelahkan, mengakhiri sembilan upaya gagal sebelumnya.
Perjalanan Fenerbahce menuju fase liga UCL tidaklah mudah. Mereka harus menyingkirkan Gornik Zabrze dan Sturm Graz, sebelum akhirnya melewati hadangan sengit dari Olympique Lyon dalam babak playoff penentuan.
Namun, persiapan menjelang debut di kompetisi teratas Eropa ini tidak sepenuhnya ideal bagi tim tuan rumah. Fenerbahce menelan kekalahan pada laga pembuka kompetisi domestik melawan Genclerbirligi, diikuti dengan kekalahan kandang dari Besiktas, meskipun sempat mencatat dua kemenangan beruntun sebelumnya.
Situasi AS Roma, calon lawan mereka, sangat jauh lebih meyakinkan.
Tim berjuluk Giallorossi itu mengawali musim domestik dengan performa impresif, meraih tiga kemenangan beruntun dan sukses mencetak total 10 gol. Penyerang Donyell Malen menjadi bintang utama, telah mengoleksi lima gol di awal musim ini.
Tren positif ini sejalan dengan momentum yang dibangun Roma sejak akhir musim lalu, kala mereka menutup kompetisi Serie A dengan lima kemenangan beruntun. Dalam periode tersebut, Roma selalu mencetak setidaknya dua gol per pertandingan dan hanya kebobolan dua kali.
Dari sisi skuad, Fenerbahce menghadapi sejumlah tantangan berat. Mereka harus kehilangan gelandang Matteo Guendouzi akibat hukuman larangan bertanding, menyusul insiden keributan setelah kemenangan atas Lyon.
Bek Jayden Oosterwolde juga dipastikan absen karena cedera hamstring yang memerlukan tindakan operasi. Sementara itu, kondisi Marco Asensio masih diragukan menyusul masalah pada pangkal pahanya.
Pukulan lain datang dari kepergian Talisca, pencetak gol terbanyak Fenerbahce di babak kualifikasi, yang kini telah pindah ke klub Al Jazira. Hal ini tentu mengurangi opsi di lini depan bagi tim Turki tersebut.
Di kubu Roma, kondisi skuad jauh lebih komplet, dengan Lorenzo Pellegrini menjadi satu-satunya pemain yang masih dalam tahap pemulihan cedera paha. Pelatih Gian Piero Gasperini kemungkinan besar akan mengandalkan duet Paulo Dybala dan Donyell Malen di lini serang.
Kombinasi Dybala dan Malen berpotensi menjadi ancaman serius bagi lini belakang Fenerbahce. Dybala sendiri memiliki rekor impresif di Liga Champions, terlibat langsung dalam 12 gol dari 16 penampilan terakhirnya sebagai starter di kompetisi tersebut.
Fenerbahce memang memiliki rekor kandang yang cukup kuat di kompetisi Eropa. Termasuk babak kualifikasi, mereka hanya menderita lima kekalahan dalam 32 pertandingan kandang terakhir di kompetisi UEFA, memenangkan 20 di antaranya.
Meski demikian, dua kekalahan di kandang dari Aston Villa dan Nottingham Forest musim lalu mengindikasikan Stadion Sukru Saracoglu tidak selalu menjadi jaminan aman. Olympique Lyon juga berhasil membawa pulang hasil imbang dari stadion tersebut pada babak playoff.
Menilik performa, produktivitas, dan kondisi skuad, AS Roma datang dengan modal yang jauh lebih solid. Ketajaman kombinasi Dybala dan Malen menjadi faktor penentu yang dapat menyulitkan lini pertahanan Fenerbahce.
Fenerbahce diprediksi akan memberikan perlawanan yang kuat di hadapan para pendukungnya sendiri. Namun, dengan momentum tiga kemenangan beruntun dan ketajaman yang ditunjukkan Roma, tim tamu diperkirakan mampu meraih setidaknya hasil imbang dalam laga perdana fase liga Liga Champions ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









