Preview Liga Champions: Manchester United Hadapi Sabah FK di Old Trafford, Momen Kebangkitan Setan Merah

Manchester United akan memulai kiprahnya di fase liga UEFA Champions League (UCL) musim 2026-27 dengan menjamu Sabah FK di Old Trafford. Pertandingan perdana yang dijadwalkan pada Jumat, 11 September 2026, pukul 02.00 WIB ini akan disiarkan langsung melalui layanan Vidio, menandai kembalinya Setan Merah ke panggung kompetisi elite Eropa.
Laga ini memiliki makna krusial bagi Manchester United setelah absen dari kompetisi Eropa sepanjang musim 2025-26. Ini juga menjadi partisipasi ke-26 mereka di Liga Champions, sebuah catatan yang menggarisbawahi sejarah panjang klub di kancah Benua Biru.
Potret performa domestik awal musim ini, yang belum sepenuhnya meyakinkan, turut menambah beban ekspektasi di pundak manajer Michael Carrick. Dengan empat poin dari tiga pertandingan Premier League, Man United kini tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara.
Hasil imbang 2-2 melawan Everton pada akhir pekan lalu semakin memperlebar selisih poin mereka dengan pemuncak klasemen, Manchester City, menjadi lima angka. Tekanan untuk meraih hasil positif di kancah Eropa pun menjadi semakin besar guna memulihkan kepercayaan diri tim.
Secara historis, Manchester United memang memiliki pengalaman jauh lebih besar di Liga Champions, dengan tiga trofi juara yang pernah mereka angkat. Namun, terakhir kali mereka berhasil melaju ke fase gugur adalah pada musim 2021-22, sebelum akhirnya disingkirkan oleh Atletico Madrid.
Situasi kontras justru dialami oleh Sabah FK, klub asal Azerbaijan yang menorehkan sejarah dengan mencapai fase liga Liga Champions untuk pertama kalinya. Mereka berhasil menembus babak utama setelah melewati empat putaran kualifikasi yang menantang, mengalahkan tim-tim seperti TNS, KuPS, Aarhus, dan Hapoel Be'er Sheva.
Di bawah arahan Valdas Dambrauskas, Sabah datang ke Old Trafford dengan momentum positif yang kuat. Mereka menduduki puncak klasemen kompetisi domestik Azerbaijan setelah meraih sembilan poin sempurna dari tiga pertandingan, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Zira pada laga terakhir.
Perjalanan Sabah di kualifikasi Liga Champions musim ini juga tidak bisa diremehkan. Tim ini mencatat enam kemenangan dari delapan pertandingan, sekaligus mengamankan empat clean sheet. Statistik ini menjadi peringatan bagi Manchester United untuk tidak menganggap enteng kekuatan sang tamu.
Manchester United masih menghadapi sejumlah masalah cedera yang mengganggu persiapan tim. Nama-nama seperti Matthijs de Ligt, Manuel Ugarte, Carlos Baleba, Amad Diallo, dan Tom Heaton dipastikan absen. Sementara itu, Marcus Rashford masih harus menjalani pemeriksaan intensif menyusul masalah ringan yang dialaminya saat melawan Everton.
Mengingat padatnya jadwal dengan laga krusial melawan Manchester City yang menanti di akhir pekan, Carrick kemungkinan akan melakukan rotasi. Pemain-pemain seperti Leny Yoro, Noussair Mazraoui, Andrey Santos, dan Benjamin Sesko berpeluang besar untuk masuk ke susunan pemain inti.
Sesko, khususnya, memiliki kans besar tampil sejak awal setelah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol sebagai pemain pengganti saat melawan Everton. Adaptasi skuad akan menjadi kunci bagi Man United.
Di sisi lain, Sabah FK hadir di Old Trafford dengan kekuatan penuh dan kondisi skuad yang sepenuhnya bugar. Ini memberi Valdas Dambrauskas pilihan yang optimal untuk menurunkan tim terbaiknya.
Penyerang Joy-Lance Mickels menjadi ancaman utama dengan delapan gol dan satu assist dari 11 penampilan musim ini. Selain Mickels, Veljko Simic juga menunjukkan ketajaman yang impresif dengan koleksi tujuh gol dan satu assist.
Prediksi susunan pemain Manchester United (4-2-3-1): Lammens; Dalot, Yoro, Martinez, Mazraoui; Santos, Mainoo; Mbeumo, Fernandes, Cunha; Sesko.
Prediksi susunan pemain Sabah FK (4-4-2): Pokatilov; Solvet, Dashdamirov, Puchacz, Zedadka; Rakhmonaliev, Isaev, Lepinjica, Parris; Mickels, Simic.
Secara kualitas individu dan pengalaman di kancah Eropa, Manchester United jelas unggul jauh dibandingkan Sabah FK. Bermain di Old Trafford juga memberikan keuntungan moral dan psikologis yang signifikan bagi tuan rumah, terutama dalam upaya mereka mengawali fase liga dengan kemenangan.
Namun, catatan pertahanan Manchester United yang cenderung rapuh menjadi alasan untuk tidak memprediksi kemenangan mudah. The Red Devils hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir mereka di fase grup Liga Champions, dengan empat kekalahan yang juga mewarnai periode tersebut.
Sabah memiliki momentum yang lebih baik, produktivitas tinggi, dan kebugaran skuad yang optimal. Meski demikian, perbedaan kualitas serta keuntungan bermain di kandang sendiri diperkirakan tetap akan membuat Manchester United mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan meraih tiga poin penting.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









