Paus Leo XIV Tegaskan Risiko Kecerdasan Buatan Bukan Berita Palsu

Paus Leo XIV menyatakan bahwa potensi risiko yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan merupakan persoalan keselamatan nyata yang membutuhkan perhatian serius global. Pernyataan tersebut disampaikan di dalam pesawat kepausan saat perjalanan dari Prancis menuju Vatikan pada Senin (28/9/2026).
Pandangan tersebut muncul sebagai respons atas narasi yang sempat dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai risiko teknologi tersebut. Trump sebelumnya menyebut kekhawatiran terhadap ancaman kecerdasan buatan hanyalah berita palsu atau hoaks.
Paus menegaskan bahwa mengabaikan potensi bahaya teknologi bukan merupakan tindakan yang bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa masukan dari para pakar teknologi mengenai pengembangan sistem otonom harus disikapi secara objektif tanpa terdistorsi kepentingan pihak tertentu.
Sejumlah pemimpin industri teknologi di Silicon Valley turut menyuarakan urgensi serupa mengenai perkembangan kecerdasan buatan. CEO Anthropic Dario Amodei memperingatkan adanya kemungkinan kendali penuh agen otonom dalam periode enam hingga 12 bulan mendatang.
Paus Leo XIV mengaku dirinya tidak merasa panik menghadapi situasi ini. Meskipun demikian, ia mendorong agar para pemimpin politik, pelaku industri, dan organisasi sosial segera duduk bersama untuk membedah tantangan masa depan teknologi.
”Ini adalah persoalan yang menurut saya perlu kita duduk bersama dan bicarakan. Kita tidak bisa hanya duduk diam dan berpura-pura tidak akan terjadi apa-apa,” ungkap Paus.
Ia pun mengkritik sikap sebagian pihak yang menyepelekan peringatan keselamatan teknologi demi keuntungan finansial atau ambisi kekuasaan. Fokus pada diskusi etika ini menjadi bagian integral dalam ensiklik pertama Paus Leo XIV yang berjudul Magnificent Humanity.
Vatikan kini telah membentuk komisi khusus untuk mengkaji dampak perkembangan teknologi tersebut. Komisi ini bertugas memfasilitasi dialog, riset, dan penelitian untuk memastikan pemanfaatan teknologi tetap memprioritaskan kedaulatan manusia.
Langkah ini diambil untuk mencegah risiko teknologi yang dapat menyingkirkan peran manusia dalam percakapan sosial. Paus menyatakan optimisme bahwa solusi dapat dicapai melalui iktikad baik dari berbagai pemangku kepentingan global.
Tujuannya adalah menemukan titik temu di luar persaingan perebutan dominasi kekuasaan antarnegara atau perusahaan. Ia percaya banyak pihak masih menempatkan kemanusiaan di atas ambisi teknologi.
Sikap apatis terhadap bahaya teknologi dipandang sebagai ancaman serius bagi masa depan. Oleh karena itu, Paus Leo XIV terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga agar kecerdasan buatan tetap berada dalam kendali manusia.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








