Pelajaran Berharga Cesc Fabregas Usai Como Takluk di Tangan Feyenoord Liga Champions

Como 1907 harus menelan pil pahit kekalahan saat bertandang ke markas Feyenoord di ajang Liga Champions 2026/2027. Tim besutan Cesc Fabregas ini takluk 2-3 dalam laga yang berlangsung di Stadion De Kuip, Rotterdam, pada Rabu (14/10/2026) malam WIB.
Hasil ini menjadi pengalaman berharga bagi Como yang sedang beradaptasi dengan ketatnya persaingan di kompetisi elite Eropa. Sebelumnya, tim Serie A ini tampil impresif dengan menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada pertandingan debut Liga Champions mereka.
Como sempat menunjukkan potensi menjanjikan dengan membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Assane Diao pada menit ke-18. Namun, Feyenoord merespons cepat dan membalikkan keadaan berkat gol Gjivai Zechiel, Anis Hadj Moussa, serta gol bunuh diri kiper Como, Robert Sanchez. Gol Anastasios Douvikas di masa injury time sempat menghidupkan harapan tim tamu, tetapi tidak cukup untuk menghindari kekalahan di kandang lawan.
Bagi Cesc Fabregas, pertandingan ini lebih dari sekadar kehilangan tiga poin; ini adalah kesempatan berharga untuk mengevaluasi keputusan taktik dan kemampuan timnya mengelola tekanan.
Kepada Sky Sport Italia, Fabregas menyebut laga kontra Feyenoord sebagai bagian dari proses perkembangan tim. Ia juga menekankan bahwa Como masih perlu mengumpulkan pengalaman, mengingat ini adalah pertandingan tandang Eropa pertama mereka di kompetisi bergengsi tersebut.
"Ini adalah pertumbuhan yang berkelanjutan; ini adalah pertandingan tandang Eropa pertama kami. Kami terus belajar," ujarnya.
Pelatih asal Spanyol itu tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya kesalahan dalam pengambilan keputusannya selama pertandingan. Fabregas menyadari bahwa mengelola tiga kompetisi sekaligus menuntut rotasi dan strategi yang tepat, terutama ketika timnya menghadapi lawan dengan intensitas permainan tinggi. "Kami harus mengelola tiga kompetisi sekaligus, dan mungkin ada beberapa keputusan saya yang kurang tepat," aku Fabregas terus terang.
Como sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan, mendominasi awal laga. Gol cepat Diao pada menit ke-18 memberikan keunggulan, tetapi keunggulan itu hanya bertahan sekitar dua menit sebelum Zechiel menyamakan kedudukan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











