Pengakuan Mengejutkan Luis Enrique Usai PSG Taklukkan Manchester City di Liga Champions
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373964/original/029151900_1792025308-enzo.jpg)
Kekalahan Manchester City atas Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga Liga Champions Kamis dini hari WIB lalu menyisakan banyak sorotan, terutama dari kubu The Citizens. Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, mengungkapkan sebuah pengakuan menarik dari pelatih PSG, Luis Enrique, setelah pertandingan yang berakhir 4-2 untuk kemenangan tim tamu.
Maresca sendiri meyakini bahwa Manchester City sebenarnya layak memperoleh hasil yang lebih baik, terutama jika melihat peningkatan performa signifikan yang ditunjukkan tim asuhannya pada babak kedua pertandingan yang digelar di Etihad Stadium tersebut.
Dalam wawancara dengan TNT, seperti dilansir oleh Metro, Maresca mengaku mendapatkan pengakuan serupa langsung dari Luis Enrique. “Luis cukup jujur pada akhir pertandingan. Dia mengatakan, ‘Hari ini kami cukup beruntung’,” ujar Maresca, mengutip perkataan pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski mengakui keunggulan tim tamu, Maresca menyayangkan dua gol yang bersarang di gawang timnya dalam waktu berdekatan pada awal laga. Situasi tersebut, menurutnya, secara langsung memengaruhi kondisi mental dan kemampuan Man City untuk mengembangkan permainan di babak pertama.
“Kami memulai pertandingan dengan cukup baik sampai gol pertama tercipta. Namun, kami kebobolan gol kedua satu menit kemudian dan itu mungkin memengaruhi kondisi tim. Kami kesulitan pada babak pertama,” jelas Maresca, menggambarkan momen krusial yang merugikan timnya.
PSG memang tampil impresif dan dominan pada paruh pertama, berhasil mencetak tiga gol sebelum pertandingan memasuki menit ke-33.
Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha bergantian mencatatkan nama mereka di papan skor, membawa tim tamu berada di atas angin dengan keunggulan telak.
Namun, Manchester City berhasil memberikan perlawanan lebih kuat setelah jeda pertandingan. Perubahan signifikan terjadi pada pola pressing dan strategi penguasaan bola, didukung oleh tiga pergantian pemain sekaligus yang dilakukan Maresca dengan memasukkan Matheus Nunes, Iliman Ndiaye, dan Ayyoub Bouaddi.
Perombakan taktik ini terbukti efektif. “Pada babak kedua, permainan kami jauh, jauh, jauh lebih baik. Saya bahkan merasa kami pantas mendapatkan sesuatu yang lebih,” lanjut pelatih asal Italia tersebut, menyoroti respons positif dari para pemainnya.
Harapan sempat menyala di kubu tuan rumah ketika Erling Haaland berhasil mencetak dua gol yang memangkas jarak ketertinggalan. Namun, PSG sekali lagi menunjukkan ketajaman mereka melalui Maghnes Akliouche yang mencetak gol keempat, sekaligus mengunci kemenangan.
Kekecewaan tim asuhan Maresca semakin lengkap setelah Ferran Torres gagal memanfaatkan hadiah penalti, sebuah kesempatan emas untuk lebih menipiskan kedudukan dan menekan PSG.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Man City dalam jumlah tembakan dengan total 27 percobaan, sementara PSG hanya mencatatkan 15 tembakan. Data ini menggarisbawahi efektivitas luar biasa tim asuhan Luis Enrique dalam mengonversi peluang.
Hasil 4-2 ini tidak hanya menjadi catatan penting di Liga Champions, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim. Bagi Manchester City, ini menjadi bahan evaluasi mendalam terkait konsistensi permainan, sementara PSG membuktikan kemampuan mereka untuk tampil klinis di panggung Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








