Perpisahan Lionel Messi di Timnas Argentina Ternoda Iklan Drone

Pertandingan perpisahan Lionel Messi bersama tim nasional Argentina yang berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires, justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pendukung Albiceleste. Momen emosional untuk melepas sang megabintang sepak bola dunia itu ternoda akibat keputusan komersial dari Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA.
Laga terakhir sang kapten melawan Benin pada Rabu pagi, 7 Oktober 2026, berakhir dengan kemenangan telak Argentina 3-0.
Pemain berjuluk La Pulga tersebut menutup karier internasionalnya dengan mencetak gol ke-126 sekaligus mencatatkan penampilan ke-208 untuk negaranya. Dalam laga yang berjalan timpang ini, ia bermain penuh dan turut menyumbang dua umpan matang yang berbuah gol. Kemenangan tersebut melengkapi sumbangsih luar biasa sang pemain sepanjang 21 tahun pengabdiannya sejak debut pada tahun 2005.
Penghormatan luar biasa sebenarnya sempat mengalir sepanjang pertandingan, termasuk saat laga dihentikan sejenak pada menit ke-10 untuk memberikan tepuk tangan penghormatan dari seluruh isi stadion. Setelah peluit panjang berbunyi, Messi juga menyampaikan pidato perpisahan yang mengharukan di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati stadion kebanggaan publik Buenos Aires tersebut.
Namun, suasana khidmat seketika berubah drastis saat acara seremonial berlanjut ke pertunjukan cahaya menggunakan pesawat nirawak atau drone di atas langit stadion.
Alih-alih menampilkan visual sejarah perjalanan karier sang kapten, formasi drone tersebut justru membentuk logo Sancor Seguros, sebuah perusahaan asuransi terkemuka asal Argentina yang menjadi sponsor resmi federasi. Sontak, keputusan komersial di tengah momen sakral tersebut memicu amarah dari para suporter yang hadir langsung maupun pemirsa di layar kaca. Mereka menilai AFA telah menggadaikan momen bersejarah demi keuntungan finansial semata.
Presiden AFA, Claudio Fabian Tapia, langsung menjadi sasaran kecaman tajam di media sosial dan tribun penonton. Kritik publik memuncak lewat nyanyian bernada protes terhadap kepemimpinan pria yang akrab disapa Chiqui Tapia tersebut sepanjang sisa malam perayaan.
Salah satu suporter meluapkan amarahnya dengan menyebut tindakan menyelipkan iklan dalam perpisahan pemain nomor sepuluh itu sebagai tindakan yang memalukan bagi sejarah sepak bola Argentina.
Kritik dari pencinta sepak bola di media sosial juga menyoroti manajemen organisasi AFA yang dinilai buruk dalam menyelenggarakan laga bersejarah ini. Penonton mengeluhkan berbagai masalah teknis, mulai dari penjualan tiket yang melebihi kapasitas stadion hingga kualitas hiburan yang dianggap setengah hati. Persiapan federasi dinilai tidak sebanding dengan warisan besar yang ditinggalkan oleh peraih delapan trofi Ballon d'Or tersebut.
Keputusan AFA ini memperlihatkan jurang pemisah yang lebar antara romantisme sepak bola pendukung dengan orientasi bisnis federasi modern. Penghormatan tulus bagi salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola kini terpaksa berbagi ruang dengan kepentingan korporasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869222/original/008133000_1782930974-ko7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5097841/original/057022000_1737106153-Leny_Yoro.jpg)





