Kisah Miris Dele Alli, Dulu Dipuji Sir Alex Ferguson Kini Terpuruk Tanpa Klub

Dunia sepak bola Inggris pernah menaruh harapan besar pada sosok Dele Alli yang digadang-gadang menjadi talenta terbaik di generasinya. Bahkan, legenda manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, sempat melontarkan pujian setinggi langit dengan menyamakan Alli dengan Paul Gascoigne.
Kini, narasi manis tersebut berubah menjadi ironi yang menyedihkan. Pemain yang pernah menjadi motor serangan Tottenham Hotspur itu justru menghabiskan 12 bulan terakhir tanpa klub setelah petualangannya di Italia bersama Como berakhir.
Puncak karier Alli terjadi saat ia berseragam Tottenham Hotspur di bawah asuhan Mauricio Pochettino. Bersama Harry Kane, ia menjadi salah satu pemain paling mematikan di Liga Inggris dengan torehan 22 gol dan 13 assist sepanjang musim 2016/2017.
Ferguson saat itu begitu terkesima melihat kemampuan sang pemain yang baru berusia 20 tahun. Menurutnya, Alli memiliki paket lengkap sebagai gelandang modern yang langka ditemukan di Inggris selama bertahun-tahun.
Namun, tren positif itu mulai terhambat oleh masalah fisik yang berkepanjangan. Cedera hamstring yang berulang membuat performa pemain kelahiran Milton Keynes ini menurun drastis saat memasuki periode akhir kepemimpinan Pochettino.
Situasi semakin sulit ketika Jose Mourinho mengambil alih kursi kepelatihan di Tottenham. Dalam seri dokumenter Amazon berjudul All or Nothing, Mourinho secara terang-terangan memperingatkan Alli agar tidak menyia-nyiakan bakat alaminya.
Peringatan itu seolah menjadi kenyataan pahit bagi perjalanan karier sang pemain. Setelah meninggalkan Spurs menuju Everton, penampilannya justru semakin meredup hingga harus menjalani masa peminjaman ke Besiktas di Liga Turki.
Di balik keterpurukan performanya, Alli menyimpan perjuangan personal yang berat. Ia sempat mengungkapkan pengalaman traumatis masa kecil serta ketergantungan pada obat tidur dalam wawancara emosional dengan Gary Neville di kanal YouTube The Overlap.
Pengakuan tersebut membuka mata publik bahwa karier seorang pesepak bola profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di atas lapangan hijau. Faktor kesehatan mental sering kali menjadi variabel tersembunyi yang berdampak besar bagi kebugaran pemain.
Saat ini, Alli terlihat lebih sering menghabiskan waktu dengan melakukan siaran langsung di platform Twitch. Dalam salah satu interaksi daring, ia sempat menelepon Harry Kane, mantan rekan setimnya yang kini membela Bayern Munchen.
Percakapan singkat tersebut menyisakan rasa haru bagi para penggemar sepak bola. Kalimat Kane yang berharap agar Alli segera kembali bekerja keras menjadi pengingat betapa jauhnya jarak antara ekspektasi tinggi masa lalu dengan kenyataan saat ini.
Meski sempat berlatih bersama klub semi-profesional Windsor & Eton, Alli masih harus berjuang keras mencari klub profesional baru. Impian untuk kembali membela Timnas Inggris di bawah arahan pelatih baru, Thomas Tuchel, tampak masih cukup jauh dari jangkauan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5097841/original/057022000_1737106153-Leny_Yoro.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367896/original/078151300_1791366398-messi.jpg)





