Perundingan AS-Iran di Swiss Hasilkan Kesepakatan Damai Awal

Babak pertama perundingan AS-Iran yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan berakhir dengan kemajuan yang membesarkan hati bagi kedua belah pihak. Pertemuan di Swiss ini menghasilkan kesepakatan peta jalan untuk mencapai kesepakatan damai final dalam waktu 60 hari ke depan.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa terdapat kemajuan besar untuk mengakhiri konflik bersenjata di Lebanon yang melibatkan kelompok Hizbullah. Nota kesepahaman yang diteken pekan lalu tersebut juga mencakup komitmen penghentian pertempuran di semua front, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital di Timur Tengah yang dilalui oleh sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia.
"Mediasi Pakistan dan Qatar telah membawa kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon," tulis Araghchi melalui akun media sosial pribadinya.
Araghchi menambahkan bahwa sanksi ekspor minyak serta petrokimia Iran kini telah ditangguhkan, blokade dicabut, dan sebagian aset yang dibekukan bakal segera dilepas. AS juga menyetujui rencana rekonstruksi untuk Iran senilai USD 300 miar (sekitar Rp4.800 triliun).
Meskipun delegasi utama Iran dilaporkan telah meninggalkan kota Lucerne, Swiss, diskusi teknis antar-kedua negara dipastikan tetap berjalan. Guna mencegah insiden salah komunikasi di perairan internasional, kedua pihak sepakat membentuk jalur komunikasi khusus demi menjamin keamanan kapal dagang. Langkah taktis ini diambil setelah sempat terjadi ketegangan terkait klaim penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran beberapa waktu lalu.
Selain itu, kedua belah pihak sepakat membentuk unit koordinasi khusus untuk meminimalkan potensi bentrokan militer di Lebanon.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor



















