Porsche Resmi Lepas Seluruh Saham Bugatti Rimac dan Rimac Group

Porsche secara resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Bugatti Rimac dan Rimac Group pada 9 September 2026. Langkah divestasi ini mengakhiri relasi kepemilikan jangka panjang antara Volkswagen Group dengan jenama legendaris Bugatti.
Sebelum keputusan ini diambil, Porsche memegang 45 persen saham di Bugatti Rimac. Perusahaan ini beroperasi sebagai entitas patungan yang didirikan sejak tahun 2021.
Saham milik Porsche kini telah diakuisisi sepenuhnya oleh konsorsium investasi asal Amerika Serikat, HOF Capital. Sementara itu, Rimac Group tetap memegang kendali atas 55 persen saham mayoritas perusahaan tersebut. HOF Capital sendiri merupakan firma modal ventura global yang kerap menyasar perusahaan teknologi dengan potensi pertumbuhan pesat.
Transaksi penjualan ini ditaksir mencapai nilai 1 miliar euro atau setara dengan Rp19 triliun. Dana segar tersebut memberikan dampak positif langsung bagi neraca keuangan pabrikan asal Jerman ini.
Sebesar 250 juta euro dari total dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat dana pensiun karyawan. Langkah ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan margin arus kas bersih bisnis otomotif Porsche sepanjang tahun 2026 menjadi kisaran 5,5 hingga 7,5 persen.
Keputusan strategis ini diambil agar Porsche dapat kembali memfokuskan sumber daya pada bisnis intinya, yaitu produksi mobil sport berperforma tinggi. Langkah ini mengakhiri narasi kepemilikan yang bermula sejak 1998.
Kala itu, Volkswagen Group pertama kali membeli hak merek Bugatti dari tangan pemilik sebelumnya. Sejak era tersebut, dunia otomotif menyaksikan lahirnya berbagai model ikonik yang memecahkan rekor kecepatan, seperti Bugatti Veyron dan Bugatti Chiron.
Pascatransaksi, struktur manajemen internal Bugatti mengalami perombakan besar untuk menyesuaikan arah bisnis baru. Pendiri Rimac, Mate Rimac, kini resmi menduduki kursi Presiden Bugatti Automobiles menggantikan Christophe Piochon.
Posisi Chief Operating Officer atau COO di Bugatti Rimac kini diisi oleh Marko Brkljacic. Selain itu, Hendrik Malinowski ditunjuk sebagai Chief Commercial Officer yang bertugas mengawal strategi pasar global perusahaan.
Perubahan kepemimpinan ini diprediksi membawa transformasi dalam pengembangan kendaraan listrik berperforma tinggi. Fokus perusahaan kini beralih pada penggabungan warisan teknik Bugatti dengan keahlian teknologi baterai milik Rimac.
Bagi pasar otomotif global, pergeseran kepemilikan ini menjadi sinyal kuat mengenai konsolidasi di industri mobil mewah. Banyak pabrikan kini lebih memilih memfokuskan portofolio pada segmen yang lebih spesifik guna menjaga efisiensi operasional di tengah ketatnya persaingan pasar kendaraan masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor










