Proyek AnyPS5 Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Mainkan Gim PS5 di PC

Komunitas pengembang gim kini sedang mengembangkan proyek berbasis kecerdasan buatan atau AI bernama AnyPS5. Inisiatif ini memungkinkan gim PlayStation 5 berjalan secara langsung di perangkat berbasis Windows dan Linux tanpa perlu melalui emulator tradisional.
Pengembang AnyPS5 menggunakan pendekatan unik dengan menukar pustaka sistem milik Sony menggunakan versi buatan mereka sendiri. Proyek yang diunggah di GitHub ini telah mencoba lebih dari 180 judul gim, meskipun baru sebagian kecil yang terbukti dapat dijalankan.
Muncul spekulasi di kalangan penggemar bahwa teknologi ini mampu menjalankan Grand Theft Auto 6 atau GTA 6 pada hari peluncuran dengan performa lebih baik dari konsol. Seorang kreator konten gaming bernama Schlayerr bahkan menyebut performa gim di PC berpeluang melampaui kemampuan PS5.
Walaupun terdengar revolusioner, pakar industri dari Gunzilla Games, Theodore Agranat, menyuarakan sikap hati-hati terhadap klaim tersebut. Menurutnya, kesamaan arsitektur konsol dan PC memang memudahkan pemindahan data, namun menjaga kualitas serta fidelitas gim kelas AAA pada skala luas tetaplah tantangan berat.
Pembaruan terbaru dari AnyPS5 menunjukkan bahwa 100 persen shader GPU telah berhasil dipindahkan, sementara 88 persen pustaka sistem masih dalam proses pengerjaan. Komunitas di Discord menyatakan bahwa 12 persen sisa pustaka sistem tersebut memerlukan waktu panjang untuk diselesaikan.
Hasil pengujian awal menunjukkan performa yang sangat bervariasi tergantung pada judul gim yang dimainkan. Sebagai contoh, pengembang komunitas berhasil menjalankan GTA 5 pada 27 bingkai per detik, sementara gim lain seperti Vampire Survivors mampu menyentuh 60 bingkai per detik.
Hingga saat ini, belum ada satu pun gim yang dapat dimainkan dengan sempurna karena masih banyaknya bug serta pustaka sistem yang belum lengkap. Pengguna AnyPS5 juga diwajibkan memiliki salinan resmi gim tersebut, karena server komunitas secara ketat melarang tindakan pembajakan.
Muncul dugaan bahwa pergerakan ini dipicu oleh kebijakan Sony yang berencana menghentikan produksi cakram fisik pada tahun 2028. Langkah tersebut sebelumnya menuai protes besar dari komunitas global yang merasa hak kepemilikan pemain atas gim digital semakin terbatas.
Di pengadilan California bulan Agustus lalu, Sony sempat menegaskan bahwa pembelian gim digital di PlayStation Store bukanlah bentuk kepemilikan mutlak. Hal ini membuat banyak pemain mencari alternatif agar dapat mengakses koleksi gim mereka secara lebih leluasa di masa depan.
Proyek AnyPS5 diharapkan menjadi pengingat bagi pemegang platform untuk memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pemain. Jika perusahaan resmi menyediakan akses gim di PC dengan standar kualitas tinggi, maka hal tersebut akan menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











