PSG vs Slovan Bratislava: Sang Juara Bertahan Mulai Perjalanan di Liga Champions

Paris Saint-Germain (PSG) akan memulai kampanye mempertahankan gelar Liga Champions mereka dengan menjamu Slovan Bratislava di Parc des Princes pada Kamis, 10 September 2026, pukul 02.00 WIB. Sebagai juara bertahan, PSG tentu kembali menjadi salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh dalam kompetisi elite Eropa ini.
Musim lalu, tim asuhan Luis Enrique ini menorehkan sejarah dengan meraih trofi Liga Champions pertama mereka, mencatat perjalanan luar biasa yang diwarnai 11 kemenangan dominan. Kini, target utama mereka jelas: mempertahankan mahkota Eropa yang baru saja mereka raih.
Di sisi lain, Slovan Bratislava harus berjuang ekstra keras melewati babak kualifikasi untuk memastikan satu tempat di fase liga Liga Champions. Klub asal Slovakia itu berhasil menyingkirkan Celje dengan agregat tipis 3-2 pada babak play-off yang menegangkan.
Keberhasilan tersebut turut memperpanjang rekor impresif Slovan di laga tandang selama kualifikasi; mereka mampu memenangi seluruh tiga pertandingan tandang yang dimainkan. Namun, tantangan sesungguhnya menanti di Paris, levelnya jelas berbeda.
Meski datang dengan status juara bertahan, performa PSG di kompetisi domestik belakangan ini belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, Les Parisiens hanya membukukan satu kemenangan, disertai tiga hasil imbang dan dua kekalahan.
Selama periode tersebut, PSG mencetak delapan gol dan kemasukan sembilan kali, sebuah statistik yang menyoroti sejumlah pekerjaan rumah bagi Luis Enrique. Konsistensi permainan menjadi isu utama yang perlu segera dibenahi.
Secara historis, keunggulan juga berada di pihak PSG. Kedua tim tercatat baru dua kali bertemu, yaitu pada fase grup Liga Europa musim 2011/2012.
Pertemuan pertama di Slovakia berakhir tanpa gol, namun PSG kemudian sukses meraih kemenangan tipis 1-0 saat Slovan bertandang ke Paris.
Sebaliknya, pengalaman Slovan di fase liga Liga Champions tidak begitu menggembirakan. Pada musim 2024/2025, mereka menelan kekalahan di seluruh delapan pertandingan yang dimainkan, dengan agregat gol 7-27.
Rekor tersebut tentu bukan modal ideal bagi Slovan ketika harus menghadapi sang juara bertahan di stadion kebanggaan PSG.
Pertandingan ini juga memiliki kisah menarik dari sisi kepelatihan. Pelatih Slovan Bratislava, Yaya Toure, akan mencatatkan sejarah sebagai pelatih asal Afrika pertama yang memimpin sebuah laga Liga Champions.
Toure sendiri bukan sosok asing dengan kompetisi ini; mantan gelandang Barcelona dan Manchester City tersebut pernah tampil 70 kali sebagai pemain di Liga Champions. Ia bahkan berhasil mengangkat trofi prestisius ini bersama Barcelona pada musim 2008/2009.
Slovan memang memiliki alasan untuk datang dengan kepercayaan diri, terutama berkat catatan sempurna dalam tiga laga tandang kualifikasi mereka. Namun, menghadapi PSG di kandangnya sendiri merupakan ujian dengan tingkat kesulitan yang jauh berbeda.
PSG unggul dalam kualitas teknis individu, pengalaman luas di Liga Champions, serta lini tengah yang mampu mengontrol penguasaan bola dalam waktu lama. Dengan dukungan penuh dari publik Parc des Princes, mereka diperkirakan akan langsung mengambil kendali pertandingan sejak awal.
Slovan kemungkinan akan berusaha bertahan dengan disiplin ketat, sambil mencari celah melalui skema serangan balik cepat. Namun, melihat perbedaan kualitas dan kedalaman skuad kedua tim, PSG sangat layak diunggulkan untuk mengawali kampanye Liga Champions musim ini dengan kemenangan solid.
Laga antara Paris Saint-Germain melawan Slovan Bratislava akan disiarkan langsung melalui Vidio, dengan jadwal kick off pada Kamis, 10 September 2026, pukul 02.00 WIB dari Parc des Princes.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor










