PSIM Yogyakarta Incar Kemenangan Perdana Lawan Bhayangkara di BRI Super League

PSIM Yogyakarta bertekad mengakhiri tren negatif dalam laga pekan keenam BRI Super League 2026/27. Laskar Mataram dijadwalkan menantang tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa malam.
Situasi internal PSIM sedang tidak ideal setelah manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Jean-Paul van Gastel. Keputusan berat ini diambil menyusul catatan minor tim yang gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan awal, dengan rincian empat kekalahan dan satu hasil imbang.
Kini tanggung jawab kepelatihan beralih ke pundak Guntur Cahyo Utomo yang ditunjuk sebagai caretaker.
Guntur mengakui tantangan yang dihadapi timnya cukup besar. Ia harus segera membenahi performa pemain di tengah jadwal pertandingan yang padat setelah sebelumnya berhadapan dengan PSM Makassar.
Meski dalam kondisi transisi, Guntur tetap menaruh hormat pada warisan taktik yang ditinggalkan Van Gastel. Menurutnya, fondasi permainan tim sudah terbentuk dengan baik sehingga para pemain hanya perlu melakukan penyesuaian pada aspek tertentu saja.
“Sebenarnya, coach Van Gastel sudah meletakkan fondasi yang kuat untuk tim ini. Secara filosofis sudah bagus, dan ini menjadi bekal kami untuk mengarungi laga ke depan,” ujar Guntur dalam sesi jumpa pers, Senin.
Tugas Guntur terasa lebih berat karena lawan yang dihadapi adalah Bhayangkara FC yang tampil impresif. Hingga pekan kelima, Bhayangkara tercatat belum terkalahkan dengan rincian satu kali menang dan empat kali imbang.
Bhayangkara Presisi Lampung FC sendiri merupakan klub hasil relokasi dari Bhayangkara FC yang sebelumnya bermarkas di Jakarta. Klub ini dikenal dengan dukungan finansial yang stabil dan komposisi pemain berpengalaman di kancah sepak bola nasional.
Guntur enggan memikirkan terlalu dalam statistik mentereng sang lawan. Ia memilih memusatkan seluruh energi anak asuhnya untuk meraih poin maksimal di Bandar Lampung.
“Bhayangkara FC salah satu tim kuat yang jadi kandidat empat besar musim ini. Kami sadari hal itu, namun pemain berkomitmen untuk tampil maksimal demi mendapatkan poin,” tambahnya.
Bagi PSIM, laga ini bukan sekadar mengejar tiga poin pertama, melainkan upaya mengembalikan kepercayaan diri skuad. Para pemain diharapkan mampu mengatasi tekanan psikologis setelah kepergian pelatih utama mereka pekan lalu.
Kondisi di lapangan akan menjadi pembuktian nyata bagi Guntur Cahyo Utomo dalam meracik strategi. Jika berhasil mencuri poin dari markas Bhayangkara, hasil tersebut akan menjadi suntikan motivasi bagi tim untuk keluar dari papan bawah klasemen BRI Super League.
Pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSIM Yogyakarta akan dimulai pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki motivasi besar untuk memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor










