Pupuk Langka, GP Ansor Bangkalan Gerakkan Semua PAC

Beritana, Bnagkalan – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengerahkan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk menelusuri kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan, Madura. Langkah ini ditempuh karena banyak petani di desa masih kesulitan mendapatkan pupuk.
Padahal, Komisi B DPRD Bangkalan telah memanggil pengecer, agen, distributor pupuk, penyuluh dan Dinas Pertanian. Zat kimia penyubur benih tanaman itu tetap masih sulit didapatkan.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kamal Syamsul Arifin mengatakan, seluruh pengurus PAC sepakat turun lapangan untuk mengeroscek stok pupuk di setiap desa. Tak hanya ke pengecer atau agen, tapi juga hingga tingkat distributor.
“Hasilnya, pupuk memang kosong. Bahkan di gudang penyangga kabupaten pun tak ada pupuk, khususnya jenis urea,” jelasnya, Minggu (8/11/2020).
Fakta itulah yang kemudian dibawa ke dalam rapat. Mereka berkesimpulan kelangkaan pupuk bukan lagi soal ketiadaan pengajuan data kebutuhan pupuk dari petani. Melainkan juga akibat tersendatnya pengiriman pupuk produsen PT Petro Kimia.
“Maka kami mendesak, agar produsen pupuk PT Petro Kimia segera menyalurkan pupuk sesuai kebutuhan yang diajukan petani. agar masalah ini tak berlarut-larut, kasihan petani,” imbuh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Socah, Abdul Aziz.
Kelangkaan pupuk itu, awalnya dikira akibat keterlambatan pengajuan kebutuhan pupuk oleh petani ke distributor.
Alasan ini muncul setelah kebijakan program kartu tani sebagai alat resmi pembelian pupuk gagal diterapkan tahun ini, karena kendala penyesalan kartu serta belum selesainya pendataan seluruh petani.
Solusi sementara dari Dinas Pertanian Bangkakan atas gagalnya pemberlakuan program kartu tani, adalah pengajuan pupuk melalui mekanisme pengisian formulir lewat kelompok tani.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana News
Penulis: Beritana News
Editor: Beritana Editor














