Ribuan Bobotoh Padati Latihan Persib Jelang Duel Klasik Kontra Persija di Jakarta

Ribuan pendukung setia Persib Bandung, atau yang akrab disapa Bobotoh, membanjiri sesi latihan tim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Kamis (10/9/2026). Kehadiran masif Bobotoh ini menjadi suntikan semangat yang vital bagi skuad Maung Bandung menjelang laga tandang sengit melawan Persija Jakarta, yang merupakan duel klasik penuh gengsi di kancah sepak bola nasional.
Laga pekan kedua Super League tersebut, yang mempertemukan dua raksasa sepak bola Indonesia, dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026). Pertandingan ini, sebagaimana dilaporkan Detik Sport, selalu dinanti karena kerap menyajikan tensi tinggi dan drama di lapangan.
Dukungan langsung dari ribuan Bobotoh ini bukan sekadar kehadiran, melainkan menjadi energi positif bagi mentalitas tanding skuad Maung Bandung. Sebutan El Clasico Indonesia bukan tanpa alasan; setiap perjumpaan Persib dan Persija selalu diwarnai persaingan sengit, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ini adalah duel yang melampaui sekadar tiga poin, melibatkan kehormatan dan kebanggaan komunitas suporter dari dua kota besar.
Gelandang Persib, Marc Klok, secara tegas menyampaikan bahwa seluruh pemain memiliki tekad bulat untuk membawa pulang hasil maksimal demi para pendukung setia mereka.
"Kami akan berjuang demi harga diri Bobotoh semua. Pemain punya mimpi yang sama untuk kemenangan. Ini tentang harga diri kami untuk Jawa Barat," kata Marc Klok.
Klok juga menambahkan, tradisi kebersamaan dan doa selalu menjadi landasan tim dalam bersiap menatap pertandingan penting. Hal ini menunjukkan kekuatan spiritual yang dipegang teguh oleh tim.
"Seperti biasa sebelum laga, kami melakukan ini (berdoa bersama), harus tetap berdoa dan bekerja keras bersama-sama di lapangan," ujar Marc Klok.
Laga nanti akan menandai momen bersejarah kembalinya duel Persib melawan Persija di markas klub Ibu Kota, setelah terakhir kali terjadi pada Liga 1 2019. Selama kurang lebih tujuh tahun terakhir, pertandingan tandang Maung Bandung ke Jakarta melawan Macan Kemayoran harus digelar di luar Jakarta atau tanpa penonton karena alasan keamanan. Keterbatasan izin dari pihak kepolisian menjadi faktor utama yang memindahkan sejumlah pertemuan krusial ini ke stadion netral.
Operator kompetisi, I.League, memang sengaja menjadwalkan laga ini pada waktu yang relatif lebih awal dalam kalender liga. Langkah ini diambil untuk menghindari bentrokan dengan agenda-agenda politik yang padat di Ibu Kota, sehingga pertandingan dapat terlaksana di Jakarta sesuai rencana awal. Keputusan ini mencerminkan upaya serius untuk mengembalikan normalitas duel sengit yang sudah lama dinanti para penggemar.
Rivalitas antara Persib dan Persija bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga representasi kebanggaan daerah dan budaya suporter yang kuat. Setiap kemenangan dalam laga ini menjadi kebanggaan tak ternilai bagi basis pendukung yang fanatik di Jawa Barat dan Jakarta. Oleh karena itu, persiapan matang dan dukungan penuh dari suporter menjadi aspek yang sangat penting.
Dengan segala persiapan dan dukungan yang ada, Persib Bandung bertekad memberikan penampilan terbaiknya di hadapan ribuan Jakmania yang akan memadati SUGBK. Misi utama mereka jelas: membawa pulang tiga poin penuh demi kehormatan Bobotoh dan masyarakat Jawa Barat.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








