Rio Ferdinand Hujani Kritik Pedas Manchester United Usai Dibekuk Como di Liga Champions
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379442/original/072640700_1792623284-mu.jpg)
Kekalahan telak Manchester United dari Como di ajang Liga Champions, Rabu (21/10/2026), memicu gelombang kritik pedas, terutama dari legenda klub, Rio Ferdinand. Sang mantan bek menyoroti berbagai kelemahan fundamental dalam permainan Setan Merah yang ia nilai jauh di bawah standar.
Bertandang ke markas Como, Stadio Giuseppe Sinigaglia, tim asuhan Michael Carrick harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor mencolok 1-4. Hasil mengecewakan ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan Manchester United menjadi tujuh pertandingan beruntun di semua kompetisi, menambah tekanan signifikan terhadap klub dan staf pelatih.
Ferdinand, yang dikenal dengan analisis tajamnya, tidak hanya berfokus pada hasil akhir, melainkan juga menyoroti bagaimana Manchester United menjalani pertandingan. Menurutnya, tim yang dulu dikenal sebagai raksasa Eropa itu tampak kesulitan membangun serangan, melakukan tekanan, serta menemukan pola permainan yang jelas sepanjang laga.
Komentar pedas dari Ferdinand ini makin menambah sorotan terhadap posisi Michael Carrick, sang manajer. Apalagi, kekalahan dari Como juga diwarnai kritik langsung dari kapten tim, Bruno Fernandes, terkait pendekatan taktik yang diterapkan, mengindikasikan bahwa permasalahan internal klub kini jauh melampaui sekadar performa di lapangan.
"Como asuhan Cesc Fabregas membuat kami terlihat seperti tim yang mendapatkan tiket ke Liga Champions hanya karena keberuntungan undian," ujar Ferdinand, dikutip dari Metro pada Kamis (22/10/2026).
Ia melanjutkan, Manchester United minim pergerakan, terlihat tumpul saat menyerang, dan tidak memiliki visi permainan yang jelas ketika menguasai bola. Kontras dengan itu, Como justru tampil sangat terorganisasi, mampu menjalankan strategi Fabregas dengan apik, dan menunjukkan identitas permainan yang kuat.
Ferdinand secara khusus memberikan apresiasi kepada Cesc Fabregas, pelatih asal Spanyol itu, atas keberhasilannya membangun identitas dan karakter permainan tim Como. Ini menunjukkan bahwa meskipun Manchester United sedang dalam periode sulit, ada pujian yang layak diberikan kepada lawan yang tampil superior.
Para pencetak gol bagi Como adalah Nico Paz dengan dwigol, ditambah Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramon. Manchester United hanya mampu membalas melalui gol Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu, sebuah gol hiburan yang tidak mengubah esensi kekalahan telak tersebut.
Mantan bek tim nasional Inggris itu menilai, hasil ini mencerminkan persoalan serius yang sedang melanda tubuh Setan Merah, termasuk tingkat kepercayaan diri para pemain yang merosot tajam. "Penampilan kami malam ini benar-benar buruk; kami saat ini terlihat seperti tim yang sama sekali kehilangan kepercayaan diri," imbuh Ferdinand.
Ia menambahkan, "Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk membalikkan keadaan." Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Manchester United bukan hanya teknis, melainkan juga psikologis, menuntut solusi komprehensif dari manajemen dan staf pelatih.
Kekalahan beruntun dan kritik internal serta eksternal ini semakin menambah tekanan terhadap Michael Carrick. Manajer berusia 42 tahun itu dituntut untuk segera menemukan formula yang tepat demi membenahi performa tim dan mengembalikan Manchester United ke jalur kemenangan, sebelum situasi kian memburuk.
Penggemar Manchester United di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, tentu berharap perubahan signifikan dapat segera terjadi. Performa klub kesayangan mereka yang fluktuatif dalam beberapa musim terakhir telah menimbulkan kekecewaan, dan kini mereka menantikan kebangkitan yang nyata dari tim.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379438/original/086863600_1792622374-BRUNO_2.jpg)



