Roberto De Zerbi Soroti Lemahnya Ketajaman Tottenham Hotspur di Liga Inggris

Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, melayangkan kritik keras terhadap performa anak asuhnya setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest di ajang Liga Inggris, akhir pekan lalu.
Hasil imbang tersebut memaksa The Lilywhites belum mencatatkan kemenangan perdana sejak musim kompetisi ini resmi bergulir. Kini, klub yang bermarkas di London itu terjebak di posisi ke-17 klasemen sementara.
De Zerbi secara terbuka mengungkapkan kekecewaan mendalam atas buruknya kualitas serangan timnya saat memasuki sepertiga akhir lapangan lawan. Ia menyoroti kegagalan pemain depan dalam mengonversi berbagai peluang emas menjadi gol, termasuk kesempatan yang didapat oleh Omar Marmoush.
Menurut pelatih asal Italia tersebut, para pemainnya kerap gegabah ketika harus mengambil keputusan krusial di depan gawang lawan. Ia menekankan perlunya ketenangan lebih agar alur serangan bisa berakhir dengan eksekusi yang lebih terukur.
"Menurut saya kami bermain dengan baik, namun kami perlu melakukan perbaikan di sepertiga akhir lapangan. Kami harus mengambil keputusan yang lebih baik. Kami perlu lebih tenang saat berada dalam posisi krusial di sepertiga akhir lapangan," ucap De Zerbi sebagaimana dilansir dari Metro.
Lebih jauh, De Zerbi membedah kesalahan teknis yang terjadi di lapangan sebagai bukti kurangnya visi permainan.
Ia mencontohkan momen spesifik ketika Marmoush melepaskan tembakan yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik. Jika pemain mampu melakukan koordinasi yang tepat dengan Robertson, De Zerbi yakin rekannya, Kudus, berada dalam posisi bebas untuk mencetak gol di tiang jauh.
Kritik serupa juga menyasar kinerja Savio yang diandalkan sebagai penyerang sayap sepanjang pertandingan. Pemain tersebut akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Mohammed Kudus pada menit ke-61 akibat pengambilan keputusan yang sering kali keliru.
"Atau coba lihat berapa banyak umpan silang yang mengarah ke tiang jauh? Dari Mathys Tel dua kali, lalu Savio satu kali. Untuk Savio, menurut saya masalahnya ada pada pengambilan keputusan akhir," tegas De Zerbi.
Kegagalan mengeksploitasi ruang juga menjadi catatan hitam bagi sang juru taktik dalam laga tersebut.
Ia menunjuk operan Pedro Porro ke arah Mateus Fernandes yang dinilai kurang efektif saat berkolaborasi dengan Kudus. Padahal, Mateus memiliki ruang terbuka yang lebar untuk melakukan tusukan langsung dan berpotensi mencetak gol.
Rentetan evaluasi ini menunjukkan bahwa De Zerbi menaruh beban besar pada efektivitas serangan Tottenham yang masih tumpul. Tanpa perubahan drastis dalam pengambilan keputusan di lapangan, posisi Tottenham di papan bawah klasemen berisiko semakin sulit diperbaiki pada laga-laga mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











