
Saham perbankan menunjukkan performa impresif pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/10/2026).
PT Bank Mandiri Tbk dengan kode emiten BMRI menjadi pemimpin penguatan di antara jajaran emiten perbankan lainnya hingga pukul 11.00 WIB. Kenaikan harga saham ini menarik perhatian pelaku pasar yang merespons sentimen positif terhadap sektor keuangan domestik.
Berdasarkan data perdagangan, saham BMRI melonjak 7,74 persen hingga berada pada harga Rp3.620 per lembar saham. Pergerakan tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental emiten perbankan besar di Indonesia.
Posisi selanjutnya diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI yang mencatatkan kenaikan sebesar 6,42 persen. Saham BBNI kini bertengger di level Rp3.150 per saham.
Tren kenaikan harga saham juga dirasakan oleh PT Bank Permata Tbk atau BNLI yang menguat 6,11 persen ke harga Rp1.650 per saham. Kinerja saham perbankan memang kerap menjadi indikator utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal Indonesia.
Daftar emiten bank milik negara lainnya turut mendominasi zona hijau pada sesi perdagangan pagi ini. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI mencatat kenaikan 5,91 persen menjadi Rp2.690 per saham.
Performa positif berlanjut pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS yang menguat 5,88 persen ke angka Rp1.080 per saham. Fenomena ini menunjukkan adanya akumulasi beli dari investor pada saham-saham perbankan syariah yang kian diminati.
Sebagai penutup daftar penguatan, PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BBTN mencatatkan kenaikan 5,29 persen ke posisi Rp895 per saham. BBTN merupakan bank yang fokus pada pembiayaan perumahan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Seluruh angka kenaikan harga saham tersebut mengacu pada laporan data perdagangan hingga pukul 11.00 WIB. Kondisi pasar yang kondusif ini memberikan dorongan bagi optimisme para pelaku pasar di tengah fluktuasi ekonomi global.
Analisis menunjukkan bahwa peningkatan harga saham perbankan ini dipicu oleh proyeksi laba bersih yang solid dari emiten-emiten tersebut. Sektor perbankan di Indonesia memang dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan eksternal karena basis nasabah yang luas.
Investor cenderung melakukan strategi beli pada saham perbankan saat ekonomi dalam fase pemulihan yang stabil. Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia pada Selasa pagi terpantau cukup aktif dengan sentimen positif yang merata di berbagai lini bisnis perbankan.
Data ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berkembang seiring dengan kebijakan moneter yang berlaku di dalam negeri. Bagi para pemegang saham, kenaikan ini tentu menjadi sinyal positif di tengah tahun 2026 yang menantang.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor