Sanksi Tegas untuk Wasit VAR Kontroversial di Manchester Derby: Pro Ref Akui Kesalahan Gol Haaland

Kontroversi seputar keputusan Video Assistant Referee (VAR) dalam laga panas Manchester Derby berujung pada sanksi tegas. Dua perangkat pertandingan yang bertugas di ruang VAR pada pertandingan Manchester United versus Manchester City itu resmi dibebastugaskan dari tugas pekan berikutnya.
Otoritas wasit Liga Inggris, Professional Game Match Officials Limited (Pro Ref), telah menjatuhkan sanksi ini menyusul polemik gol Erling Haaland saat Manchester City menghadapi Manchester United pada pertengahan September lalu.
Matt Donohue, selaku wasit VAR, dan Blake Antrobus, sebagai asisten VAR, dipastikan tidak akan bertugas pada pekan kelima Liga Inggris yang dijadwalkan akhir pekan ini. Sanksi ini mengindikasikan seriusnya pelanggaran prosedur yang mereka lakukan.
Pangkal masalahnya terletak pada insiden di Stadion Old Trafford, Minggu, 13 September 2026, kala Manchester United menjamu rival sekotanya, Manchester City. Saat itu, keputusan VAR atas gol Erling Haaland menjadi sorotan utama.
Pada menit ke-60, Erling Haaland sukses melesakkan bola ke gawang melalui tembakan langsung yang mematikan. Akan tetapi, validitas gol tersebut dipertanyakan karena keterlibatan gelandang Manchester City, Enzo Fernandez, yang diduga aktif dalam skema serangan sebelum bola sampai ke kaki Haaland.
Wasit lapangan, Michael Oliver, mulanya menganulir gol Haaland, namun keputusan tersebut diubah setelah tinjauan VAR. Perubahan keputusan inilah yang kemudian memicu kontroversi dan dipermasalahkan oleh banyak pihak, termasuk Manchester United.
Pro Ref, melalui pernyataan resminya, mengakui bahwa VAR gagal melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peran Enzo Fernandez dalam kejadian gol itu. Kesalahan ini berimplikasi besar pada keabsahan gol, yang seharusnya ditinjau lebih cermat.
Howard Webb, Kepala Wasit Liga Inggris, mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan Donohue dan Antrobus dari tugas pekan kelima, demikian dilansir Sky Sports. Keduanya bahkan diperkirakan tidak akan kembali bertugas setidaknya hingga jeda internasional pada periode September-Oktober berakhir, menunjukkan keseriusan Pro Ref dalam menanggapi insiden ini.
Beberapa jam setelah pertandingan sengit itu usai, Pro Ref secara terbuka mengakui adanya kesalahan fatal dan menyampaikan permohonan maaf kepada Manchester United. Mereka menyatakan penyesalan atas dampak keputusan kontroversial terkait gol Haaland.
Menurut Pro Ref, wasit VAR seharusnya merekomendasikan Michael Oliver untuk meninjau langsung tayangan ulang insiden di monitor tepi lapangan. Hal ini penting sebelum pengambilan keputusan akhir, terutama untuk kasus yang melibatkan interpretasi detail seperti dugaan offside atau interferensi.
Rentetan kesalahan prosedur dan dampak kontroversialnya akhirnya memuncak pada penjatuhan sanksi oleh Pro Ref. Langkah ini menegaskan komitmen mereka untuk menjaga integritas dan standar pengambilan keputusan di Liga Inggris.
Insiden seperti ini bukan kali pertama terjadi dan terus menimbulkan perdebatan sengit tentang efektivitas VAR dalam sepak bola modern. Sistem yang digadang-gadang untuk meningkatkan keadilan justru kerap memicu frustrasi, baik di kalangan pemain, pelatih, maupun para penggemar.
Keputusan-keputusan vital yang diperdebatkan dalam pertandingan sekelas derby Manchester berpotensi memengaruhi hasil akhir kompetisi secara signifikan. Kepercayaan publik terhadap keadilan dan objektivitas sistem wasit menjadi taruhannya, sebuah aspek krusial bagi citra Liga Inggris sebagai salah satu liga terbaik dunia.
Howard Webb, yang dikenal tegas dan berpengalaman sebagai mantan wasit top, menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem perwasitan di Premier League. Langkah disipliner ini dapat dilihat sebagai upaya kuat untuk menegakkan standar dan menekan tingkat kesalahan dalam pengambilan keputusan kritis.
Pro Ref dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan konsistensi dalam penerapan protokol VAR di semua pertandingan. Kejelasan mengenai interpretasi aturan dan prosedur operasional VAR harus terus disosialisasikan, demi meminimalkan potensi kesalahpahaman serta kontroversi di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








![Jensen Huang Tegaskan ke Donald Trump: Kami Tak Akan Biarkan Pelambatan AI Terjadi Nvidia CEO Jensen Huang tells Trump ‘we’re not going to let [an AI slowdown] happen’](https://cdn.beritana.com/media/2026/09/nvidia-ceo-jensen-huang-tells-trump-were-not-going-to-let-an-ai-slowdown-hap.webp)
