
Sebanyak satu juta penduduk Inggris dilaporkan mulai menggunakan rokok elektrik atau vape, meski mereka tidak memiliki riwayat merokok tembakau sebelumnya. Data terbaru tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dari angka 940.000 jiwa pada tahun 2024.
Tren ini menempatkan demografi usia 25 hingga 34 tahun sebagai kelompok pengguna vape paling dominan. Sebanyak 16,4 persen dari kelompok usia tersebut kini mengonsumsi produk nikotin elektrik secara rutin maupun berkala.
Office for National Statistics atau ONS, lembaga statistik resmi pemerintah Inggris, mencatat fenomena ini sebagai catatan sejarah baru. Untuk dua tahun berturut-turut, jumlah penduduk Inggris berusia di atas 16 tahun yang beralih ke vape melampaui jumlah perokok konvensional.
Secara keseluruhan, populasi perokok di Inggris terus menyusut menjadi 4,9 juta orang dari 5,3 juta orang pada tahun lalu. Sementara itu, total pengguna vape kini mencapai angka 5,4 juta jiwa di seluruh penjuru negeri.
Para ahli kesehatan menyatakan penurunan angka perokok didorong oleh meningkatnya kesadaran publik mengenai bahaya kesehatan akibat paparan asap tembakau. NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, menegaskan bahwa meskipun vape dinilai lebih rendah risiko dibandingkan rokok, dampak jangka panjang penggunaannya belum sepenuhnya terpetakan.
Pemerintah Inggris turut mengambil langkah tegas melalui kebijakan baru untuk menciptakan generasi bebas asap tembakau. Aturan ini melarang penjualan produk tembakau secara permanen bagi siapa pun yang lahir setelah tanggal 1 Januari 2009.
Hazel Cheeseman dari organisasi Action on Smoking and Health menyebut data ini sebagai kemajuan yang menggembirakan. Namun, ia mengingatkan bahwa tembakau masih menjadi penyebab utama kematian di Inggris yang sebenarnya bisa dicegah.
Senada dengan hal tersebut, Kruti Shrotri dari Cancer Research UK menekankan posisi vape sebagai alat bantu berhenti merokok. Meski demikian, ia menegaskan bahwa produk ini tetap memiliki risiko kesehatan yang tidak boleh diremehkan oleh masyarakat luas.
Data ONS ini mencakup penduduk berusia 16 tahun ke atas di wilayah Britania Raya. Hingga kini, otoritas kesehatan terus memantau pergeseran perilaku konsumsi nikotin di tengah masyarakat demi memastikan tingkat kesehatan publik tetap terjaga.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor