Serangan Houthi ke Militer Yaman Ancam Picu Kembali Perang Saudara

Kelompok milisi Houthi kembali meluncurkan serangan Houthi ke wilayah militer pemerintah Yaman di dua provinsi kaya minyak, Marib dan Shabwa. Eskalasi militer terbaru ini mengancam gencatan senjata yang selama ini menjaga perdamaian rapuh dalam konflik Yaman.
Juru bicara militer Houthi menyatakan bahwa operasi udara dan darat tersebut menyasar posisi pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.
Provinsi Marib dan Shabwa merupakan wilayah strategis karena menyimpan cadangan minyak serta gas terbesar di negara semenanjung Arab tersebut. Kontrol atas sumber daya alam ini kerap menjadi pemicu utama perebutan pengaruh ekonomi antarpihak yang bertikai. Serangan faksi bersenjata yang disokong Iran ini dikhawatirkan akan memicu kembali perang saudara dalam skala yang lebih merusak.
Meskipun masa berlaku gencatan senjata resmi yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berakhir sejak tahun lalu, pertempuran skala besar sempat mereda. Namun, manuver agresif Houthi kali ini membuyarkan harapan komunitas internasional untuk mengupayakan negosiasi damai yang permanen.
Utusan Khusus PBB untuk Yaman segera menyerukan penahanan diri secara maksimal kepada semua faksi guna mencegah jatuhnya korban sipil baru.
Krisis kemanusiaan di negara tersebut hingga kini tercatat sebagai salah satu yang terburuk di dunia akibat perang yang pecah sejak 2014. Jutaan warga sipil kehilangan tempat tinggal dan terjebak dalam kelaparan ekstrem tanpa akses bantuan medis yang memadai. Jalur diplomasi yang mandek membuat masa depan resolusi konflik di negara ini kian tidak menentu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor








