Standard Chartered Kini Layani Kustodian Stablecoin RLUSD dari Ripple di Dubai

Standard Chartered resmi mengumumkan layanan kustodian bagi nasabah institusional untuk Ripple USD (RLUSD) di Dubai. Langkah ini memungkinkan klien untuk mengelola aset digital mereka melalui infrastruktur perbankan yang terlisensi oleh Dubai Financial Services Authority.
Kustodian merupakan layanan krusial dalam dunia keuangan di mana lembaga keuangan bertindak sebagai penjaga aset nasabah. Dalam model ini, bank memikul tanggung jawab hukum atas keamanan aset, termasuk wewenang untuk mengawasi dan mengontrol dana selama periode penyimpanan.
RLUSD sendiri adalah stablecoin yang dipatok dengan nilai dolar Amerika Serikat. Aset kripto ini didukung oleh cadangan dolar, obligasi pemerintah AS, dan setara kas untuk menjaga stabilitas nilai di angka satu dolar. Ripple meluncurkan token ini pada akhir 2024 di jaringan Ethereum dan XRP Ledger.
Layanan kustodian Standard Chartered saat ini berfokus pada versi RLUSD yang beroperasi di atas jaringan XRP Ledger. Blockchain tersebut merupakan teknologi buku besar terdistribusi yang dikembangkan secara khusus oleh Ripple untuk transaksi keuangan yang cepat dan efisien.
Selain penyimpanan, bank asal Inggris ini merencanakan integrasi dengan LMAX Group untuk pemanfaatan RLUSD sebagai jaminan dalam perdagangan. LMAX merupakan platform pasar global asal London yang memfasilitasi pertukaran mata uang serta aset kripto bagi para pelaku pasar profesional.
Melalui metode yang disebut collateral mirroring, aset nasabah tetap berada di dalam brankas digital Standard Chartered. Pihak bursa hanya akan menerima catatan digital yang merepresentasikan nilai jaminan tersebut untuk keperluan transaksi nasabah.
Teknik ini bertujuan memitigasi risiko jika terjadi kegagalan pada pihak bursa. Dengan menempatkan aset di bank yang masuk dalam daftar 29 lembaga keuangan global yang dianggap terlalu besar untuk gagal atau too big to fail, nasabah mendapatkan perlindungan tambahan.
Waqar Chaudry selaku pimpinan aset digital di divisi layanan sekuritas bank menyatakan bahwa nasabah institusional menginginkan akses ke pasar aset digital tanpa mengorbankan standar keamanan aset mereka. Standard Chartered telah melayani kustodian kripto di Dubai sejak tahun 2024.
Sebelumnya, bank ini juga mencatatkan sejarah sebagai institusi keuangan global pertama yang memfasilitasi pencetakan dan penukaran stablecoin USDC milik Circle secara langsung. Hal ini menunjukkan ambisi besar bank tersebut dalam mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem keuangan tradisional.
Meski RLUSD telah mengantongi izin dari regulator Dubai pada Juni 2025, integrasi dengan LMAX masih dalam tahap pengembangan. Pihak bank menegaskan bahwa layanan ini masih memerlukan penyelesaian dokumentasi, pengujian sistem, dan persetujuan final dari otoritas terkait sebelum dapat diakses penuh oleh para nasabah.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












