Startup AI EliseAI Raih Pendanaan Rp5,5 Triliun, Valuasi Melonjak Jadi Rp63 Triliun

Startup kecerdasan buatan EliseAI baru saja mengumumkan perolehan pendanaan segar sebesar USD 350 juta atau sekitar Rp5,5 triliun.
Suntikan modal tersebut membuat nilai perusahaan atau valuasi mereka melambung hingga USD 4 miliar, yang setara dengan Rp63 triliun. Angka ini tercatat naik dua kali lipat dibandingkan valuasi pada putaran pendanaan Seri E Agustus tahun lalu.
Putaran pendanaan terbaru ini dipimpin oleh dua firma modal ventura ternama, yakni Andreessen Horowitz dan Bessemer Ventures. Perusahaan yang berdiri sejak 2017 ini dikenal karena mampu mengotomatisasi pekerjaan administratif dan operasional di sektor perumahan serta kesehatan.
Hingga saat ini, perangkat lunak buatan mereka diklaim telah digunakan oleh satu dari setiap enam unit apartemen di Amerika Serikat. Pencapaian ini diperkuat dengan laporan perusahaan pada musim panas lalu yang menyatakan pendapatan tahunan berulang atau Annual Recurring Revenue (ARR) mereka telah menembus angka USD 200 juta, atau sekitar Rp3,1 triliun.
Sebagai informasi, ARR adalah metrik yang digunakan perusahaan berbasis langganan untuk memproyeksikan total pendapatan dari pelanggan dalam satu tahun.
Dalam upaya memperluas kapabilitas layanannya, EliseAI baru saja meluncurkan asisten berbasis AI bernama Apollo. Produk ini berfungsi sebagai rekan kerja digital yang membantu berbagai tugas spesifik dalam platform EliseAI secara menyeluruh.
Pendiri sekaligus CEO EliseAI, Minna Song, menjelaskan bahwa Apollo dikembangkan secara langsung ke dalam platform yang sudah menjalankan operasional penyewaan, pemeliharaan, hingga pembaruan kontrak. Hal ini memungkinkan sistem untuk bekerja lintas peran dalam tim properti tanpa hambatan berarti.
Tidak hanya menyasar sektor properti, perusahaan ini juga merambah industri medis dengan membantu otomatisasi administrasi pasien bagi kelompok dokter spesialis. Layanan ini mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari panggilan pertama pasien, rujukan, penjadwalan, verifikasi asuransi, hingga persiapan catatan medis.
Song menekankan bahwa keputusan untuk fokus pada sektor perumahan dan kesehatan didasarkan pada data pengeluaran rumah tangga di Amerika Serikat. Kedua industri tersebut menyerap biaya paling besar bagi masyarakat, sehingga otomatisasi diharapkan mampu mengefisiensikan beban operasional dan administrasi yang ada.
Langkah strategis ini menempatkan EliseAI sebagai pemain kunci dalam integrasi AI pada sektor infrastruktur fisik dan pelayanan masyarakat. Dengan pendanaan jumbo ini, perusahaan berencana untuk mempercepat pengembangan fitur baru guna meningkatkan adopsi teknologi di pasar global yang lebih luas.
Dukungan dari investor kelas kakap seperti Andreessen Horowitz menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan pasar atas solusi yang ditawarkan perusahaan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa startup yang fokus pada penyelesaian masalah operasional riil tetap menjadi incaran utama para pemilik modal di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











