Roberto Mancini Akui Timnas Italia Krisis Kreativitas Pemain Level Bintang

Timnas Italia kembali menuai sorotan tajam setelah menelan kekalahan 0-2 dari Belgia dalam ajang UEFA Nations League pada Sabtu, 26 September 2026. Hasil negatif ini memaksa pelatih Roberto Mancini mengakui adanya celah kualitas yang lebar dalam skuad Italia saat ini dibandingkan era keemasan masa lalu.
Mancini secara terbuka menyebut tim asuhannya kini tidak lagi memiliki sosok pembeda sekelas Francesco Totti atau Alessandro Del Piero. Kedua nama tersebut adalah legenda sepak bola Italia yang dikenal mampu mencetak gol atau memberikan umpan kunci di momen krusial pertandingan.
Permasalahan ini muncul saat Gli Azzurri sedang berada dalam fase transisi yang berat. Italia tercatat gagal meloloskan diri ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, meskipun sempat mengejutkan publik dengan menjuarai Euro 2020. Ketidakkonsistenan performa di lapangan hijau menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi staf pelatih.
Mancini kembali menangani tim nasional menggantikan Gennaro Gattuso yang mundur setelah Italia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Tugas berat menanti sang pelatih untuk membangun ulang fondasi kekuatan yang sempat luluh lantak dalam dua tahun terakhir.
Dalam analisisnya, Mancini mengungkapkan bahwa Italia kekurangan talenta ofensif elite yang memiliki karakter kuat di lini depan. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya jumlah pemain Italia yang menjadi pemain utama di klub-klub besar papan atas Eropa saat ini.
Pandangan senada sempat dilontarkan oleh pelatih asal Italia yang kini menukangi Brasil, Carlo Ancelotti. Ia menilai sistem pembinaan di Italia sedang mengalami kemandekan dalam melahirkan pemain kelas dunia yang mampu bersaing di level tertinggi secara berkelanjutan.
Merespons kritik yang muncul, Mancini meminta publik memberikan waktu bagi tim untuk berproses. Regenerasi skuad tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu bagi pemain untuk saling mengenal dan memahami taktik yang diinginkan pelatih.
"Kami membutuhkan waktu untuk bekerja, saling mengenal, dan membangun tim yang mampu bersaing," ujar Mancini menanggapi situasi sulit yang dihadapi skuadnya saat ini.
Sebagai upaya nyata, Mancini mulai memanggil banyak pemain muda ke dalam pemusatan latihan. Langkah berani ini diambil agar ia bisa memantau potensi pemain sejak dini, meskipun ia menyadari bahwa kebijakan tersebut berisiko memicu kritik dari berbagai kalangan.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memberikan jam terbang internasional kepada para pemain muda agar mereka siap menghadapi tekanan di kompetisi besar. Ia ingin membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan Gli Azzurri agar tidak terus bergantung pada pemain senior yang mulai memasuki masa senja karier.
Kini, perhatian tertuju pada laga selanjutnya saat Italia harus bertandang ke Bursa untuk menghadapi tim nasional Turki yang dilatih Vincenzo Montella. Mengingat waktu persiapan yang sangat singkat, hanya 48 jam pasca laga kontra Belgia, Mancini mengaku tidak banyak perubahan taktis yang bisa dilakukan oleh timnya di lapangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












