Tether Suntik Modal ke AIsa, Perkuat Infrastruktur Kecerdasan Buatan Korporasi

Perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI, AIsa, resmi menuntaskan putaran pendanaan tambahan tahap awal atau seed extension.
Investasi ini melibatkan Tether Capital dan HIVEN sebagai investor strategis. Aksi korporasi tersebut kini menggenapkan total pendanaan AIsa hingga melampaui USD 9 juta atau sekitar Rp142 miliar.
Kehadiran dua investor baru ini memperpanjang daftar pendukung AIsa sebelumnya, seperti Alibaba, Tribe Capital, Sumitomo Corporation, serta Draper Associates. Perusahaan rintisan yang berbasis di San Francisco tersebut kini memiliki fondasi finansial yang lebih kokoh untuk berekspansi.
Pendiri sekaligus CEO AIsa, Jordan Liu, menjelaskan bahwa agen AI di tingkat perusahaan membutuhkan akses informasi tepercaya serta perangkat yang memadai. Mereka juga memerlukan mekanisme transaksi yang teratur dalam operasional harian.
Tujuan utama perusahaan adalah membangun infrastruktur yang memungkinkan agen AI menemukan, mengakses, dan membayar sumber daya secara global. Infrastruktur ini sekaligus memberikan kendali penuh kepada perusahaan atas izin akses serta pengeluaran mereka.
AIsa berupaya mengatasi tantangan fragmentasi yang sering terjadi pada penyedia layanan maupun sistem penagihan saat ini. Masalah tersebut sering kali menghambat agen AI dalam beroperasi secara efektif dan sulit dikelola dalam skala besar.
Teknologi yang dikembangkan AIsa menghubungkan agen perusahaan dengan data eksternal, model AI, perangkat lunak, serta berbagai layanan industri. Mereka menggabungkan akses yang teratur dengan sistem pengukuran penggunaan, penagihan, hingga penyelesaian pembayaran.
Tether Capital merupakan lengan investasi independen dari penerbit stablecoin USDT, Tether. Mereka mengalokasikan modal yang berasal dari laba dan cadangan berlebih perusahaan induknya.
CEO Tether, Paolo Ardoino, pernah mengungkapkan rencana ambisius pada Juni 2024 lalu. Perusahaan menargetkan investasi setidaknya USD 1 miliar atau sekitar Rp15,7 triliun ke dalam berbagai kesepakatan strategis.
Langkah investasi di AIsa ini mengikuti pola serupa saat Tether menanamkan modal di NEURA Robotics. Pada proyek tersebut, terdapat rencana integrasi perangkat pengembangan dompet digital milik Tether agar mesin dapat menjalankan AI secara lokal dan bertransaksi dalam batas tertentu.
Dukungan finansial ini menggarisbawahi minat besar Tether dalam memperluas ekosistem teknologi di luar sektor mata uang kripto. Fokus pada infrastruktur AI menjadi arah strategis baru bagi perusahaan dalam memanfaatkan arus kas yang mereka miliki.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











