Thomas Tuchel Soroti Masalah Lini Pertahanan Timnas Inggris Usai Kalah dari Spanyol

Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengakui lini pertahanan The Three Lions masih menyisakan persoalan serius pasca kekalahan 2-3 dari Spanyol dalam ajang UEFA Nations League. Rentetan hasil buruk ini memicu alarm bahaya bagi tim yang kini tengah berupaya membangun kembali fondasi permainan mereka di kancah internasional.
Catatan statistik menunjukkan performa yang mengkhawatirkan dengan total 13 gol bersarang di gawang Inggris dalam enam pertandingan terakhir. Situasi ini tentu memberikan tekanan tersendiri bagi Tuchel yang baru menakhodai tim tersebut.
Menjelang laga kontra Republik Ceko di Praha pada Rabu dini hari nanti, Tuchel menuntut para pemainnya tampil lebih tenang. Ia menekankan bahwa kesalahan individu saat membangun serangan dari lini belakang menjadi bumerang bagi timnya sendiri.
Ketika menguasai bola di sekitar kotak penalti sendiri, Inggris justru terlihat rentan terhadap tekanan lawan. Tuchel menilai kesalahan teknis seperti yang terjadi saat menghadapi Spanyol tidak boleh terulang kembali di level kompetisi tertinggi ini.
Eks pelatih Chelsea ini berencana tetap mempertahankan komposisi empat bek utama guna menjaga konsistensi. Namun, keputusan akhir masih bergantung pada kondisi kebugaran Ezri Konsa dan O'Reilly yang sempat absen dalam sesi latihan karena kendala fisik ringan.
Meski lini pertahanan sedang disorot, Tuchel justru melihat sisi positif dari struktur permainan yang dianggapnya lebih disiplin dibandingkan era Piala Dunia sebelumnya. Menurut pria asal Jerman tersebut, kesalahan yang terjadi lebih bersifat individual dan bukan akibat kerapuhan sistem pertahanan secara keseluruhan.
Di balik kebuntuan lini belakang, performa Jude Bellingham menjadi oase bagi skuad The Three Lions. Gelandang Real Madrid tersebut dinilai tampil impresif dengan memberikan kontribusi krusial, termasuk saat memberikan assist untuk gol Anthony Gordon.
Tuchel mengaku sangat terkesan dengan dedikasi Bellingham baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia kini tengah bereksperimen dengan posisi baru bagi sang gelandang agar mampu menekan lawan dari kedua sisi lapangan dengan lebih efektif.
Ujian sesungguhnya bagi Tuchel akan tersaji di Praha dalam waktu dekat. Hasil pertandingan melawan Republik Ceko akan menjadi tolok ukur apakah perbaikan teknis yang ia tekankan sudah membuahkan hasil di lapangan atau tim ini masih harus berjuang keras mengatasi kelemahan mendasar mereka.
UEFA Nations League sendiri merupakan turnamen sepak bola antarnegara di Eropa yang diikuti oleh seluruh anggota UEFA sebagai pengganti pertandingan persahabatan tradisional. Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi tim-tim besar untuk tetap menjaga ritme kompetitif di tengah padatnya jadwal liga domestik.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













