Turki Siapkan Pemecatan Vincenzo Montella, Arda Turan Kandidat Utama Pengganti

Federasi Sepak Bola Turki atau TFF dilaporkan segera mengakhiri kerja sama dengan Vincenzo Montella sebagai pelatih tim nasional Turki setelah serangkaian hasil buruk di UEFA Nations League.
Keputusan tersebut diambil manajemen TFF setelah Turki menelan kekalahan telak 3-1 dari Italia pada Senin, 6 Oktober 2026. Laporan media lokal Milliyet menyebut Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, telah menetapkan pemberhentian pelatih asal Italia tersebut meski pengumuman resmi belum dirilis.
Kekalahan dari Italia menambah catatan kelam Turki yang kini mencatatkan empat kekalahan beruntun di turnamen tersebut. Sepanjang empat pertandingan terakhir, tim berjuluk Ay-Yıldızlılar hanya mampu mencetak dua gol dan harus kebobolan 11 gol.
Vincenzo Montella sebenarnya sempat memberikan harapan bagi sepak bola Turki dengan mengantar tim ke perempat final Euro 2024. Ia juga berjasa membawa Turki kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian selama 24 tahun lamanya.
Namun, tekanan publik semakin memuncak setelah performa buruk di Piala Dunia 2026. Turki tersingkir di babak penyisihan Grup D sebagai juru kunci dengan hanya mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan.
Montella sendiri memiliki catatan 21 kemenangan, lima hasil imbang, dan 14 kekalahan dari total 40 pertandingan yang ia pimpin sejak menjabat pada September 2023. Kontraknya yang sempat diperpanjang hingga Euro 2028 kini terancam putus lebih awal.
Terkait kompensasi pemutusan kontrak, Montella diperkirakan akan menerima pesangon setara lima bulan gaji. Angka tersebut mencapai sekitar €915.000 atau setara Rp15,6 miliar dengan asumsi kurs satu Euro adalah Rp17.050.
Nama Arda Turan kini muncul ke permukaan sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi kepelatihan yang segera ditinggalkan Montella. Sosok berusia 39 tahun ini saat ini tengah meniti karier sebagai pelatih kepala di klub Ukraina, Shakhtar Donetsk.
Perjalanan kepelatihan Arda Turan tergolong impresif setelah sebelumnya membawa Eyüpspor promosi ke kasta tertinggi Liga Turki atau Süper Lig. Ia dianggap memiliki kedekatan emosional dengan para pemain tim nasional, sebuah faktor yang dinilai dibutuhkan TFF saat ini.
Terdapat spekulasi bahwa federasi mungkin menawarkan skema kerja rangkap bagi Arda Turan antara tim nasional dan klubnya. Namun, detail mengenai rencana tersebut masih tertutup rapat hingga ada kepastian hukum dari pihak terkait.
Jika penunjukan ini terealisasi, beban berat sudah menanti sang legenda Turki tersebut. Ia harus segera memimpin tim dalam laga krusial UEFA Nations League menghadapi Belgia pada 12 November dan Prancis pada 15 November mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4095624/original/029966500_1658369057-000_9DF37V.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367208/original/025231200_1791337054-messi.jpg)






