Ujian Berat Martin Demichelis Jelang Duel RB Leipzig Kontra Como di Liga Champions

Pelatih kepala RB Leipzig Martin Demichelis berada di bawah bayang-bayang tekanan besar menjelang laga tandang Liga Champions melawan Como 1907 pada Kamis mendatang.
Situasi ini muncul setelah tim asuhannya menelan kekalahan mengecewakan 1-3 saat menjamu Werder Bremen dalam pertandingan domestik Bundesliga akhir pekan lalu. Hasil negatif tersebut memicu sorotan tajam terhadap efektivitas strategi yang diterapkan mantan bek timnas Argentina itu di Leipzig.
Stadion Giuseppe Sinigaglia akan menjadi saksi bisu upaya Demichelis membuktikan kapasitasnya di panggung sepak bola Eropa. Laga ini memberikan beban ganda, mengingat Como 1907 kini diasuh oleh Cesc Fàbregas, sosok juru taktik muda yang sempat menjadi kandidat kuat untuk menangani Leipzig pada musim semi 2025.
Penunjukan Demichelis sebagai suksesor Ole Werner sebelumnya memang tidak berjalan mulus karena memicu perdebatan di internal klub. Banyak pihak meragukan filosofi penguasaan bola yang ia usung sejak masa pramusim, terutama karena belum memberikan hasil maksimal di lapangan.
Permasalahan utama RB Leipzig terlihat jelas pada ketidakseimbangan antara lini depan dan lini belakang yang tampil di bawah standar. Kritik dari para pendukung klub pun mulai terdengar keras, terutama saat melihat tim kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin.
Direktur Olahraga RB Leipzig Marcel Schäfer tidak menutup mata terhadap buruknya performa tim saat dikalahkan Bremen. Ia menyoroti lemahnya koordinasi pemain di dalam kotak penalti lawan yang membuat serangan sering kali menemui jalan buntu.
Pengisian kotak penalti kami tidak cukup bagus, ujar Schäfer setelah mengevaluasi permainan anak asuhnya. Menghadapi tim dengan sistem pertahanan dalam, skuad ini kerap kehilangan solusi untuk mencetak gol.
Situasi ini memaksa jajaran pelatih melakukan evaluasi taktis secara cepat agar Leipzig tidak mengulang kegagalan serupa di pentas Eropa. Mengingat catatan performa buruk di musim sebelumnya, stabilitas permainan menjadi tuntutan utama bagi setiap pemain di lapangan.
Demichelis sadar sepenuhnya bahwa waktu untuk memperbaiki kesalahan sangat terbatas. Ia menuntut para pemainnya untuk segera memberikan respons positif saat melawat ke Italia nanti.
Kami harus memperbaiki kesalahan dengan segera, kata Demichelis menegaskan target timnya. Kamis nanti adalah kesempatan emas untuk menunjukkan reaksi nyata atas hasil buruk kemarin.
Bagi Demichelis, kemenangan di markas Como bukan sekadar mencari tiga poin tambahan di klasemen. Kemenangan ini menjadi harga mati demi mempertahankan posisi kepelatihannya sekaligus menjaga harapan RB Leipzig untuk melaju ke fase gugur Liga Champions musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











